<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Book Quickies</title>
	<atom:link href="http://bookquickies.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bookquickies.wordpress.com</link>
	<description>I have always imagined that paradise will be a kind of library - Jorge Luis Borges</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Feb 2009 08:42:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='bookquickies.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e0585c0580358dff26e50d4bd4d2d188?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Book Quickies</title>
		<link>http://bookquickies.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>The Book of Lost Things (Kitab tentang Yang Telah Hilang)</title>
		<link>http://bookquickies.wordpress.com/2009/02/01/the-book-of-lost-things-kitab-tentang-yang-telah-hilang/</link>
		<comments>http://bookquickies.wordpress.com/2009/02/01/the-book-of-lost-things-kitab-tentang-yang-telah-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 08:27:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[western]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bookquickies.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Oleh John Connolly
Diterjemahkan oleh Tanti Lesmana
Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2008
ISBN 9789792238792
472 halaman
Buku ini disebut-sebut semua orang sebagai buku keren. Buku ini adalah kado ulang tahun dari salah seorang Kubugil, terima kasih yaaa   Maaf baru aja dibaca sekarang. *menatap kepada gerombolan pemberi hadiah buku di belakang*  Ya ya ya, sabar yaaa, semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bookquickies.wordpress.com&blog=1075859&post=158&subd=bookquickies&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-159" title="the-book-of-lost-things-john-connolly" src="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/02/the-book-of-lost-things-john-connolly.jpg?w=169&#038;h=250" border="0" alt="the-book-of-lost-things-john-connolly" hspace="9" vspace="9" width="169" height="250" />Oleh John Connolly<br />
Diterjemahkan oleh Tanti Lesmana<br />
Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2008<br />
ISBN 9789792238792<br />
472 halaman</p>
<p>Buku ini disebut-sebut semua orang sebagai buku keren. Buku ini adalah kado ulang tahun dari salah seorang <a href="http://kubugil.multiply.com" target="_blank">Kubugil</a>, terima kasih yaaa <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Maaf baru aja dibaca sekarang. *menatap kepada gerombolan pemberi hadiah buku di belakang*  Ya ya ya, sabar yaaa, semua hadiah akan saya baca dan saya review *menghilang*</p>
<p>Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, <strong>David</strong>, merasa sangat sedih karena ibunya meninggal, tanpa ada kemampuannya untuk menolong, bahkan untuk meringankan penderitaan ibunya. Ritual yang dilakukannya, seperti selalu turun dari tempat tidur dengan kaki kiri, menghitung sampai dua puluh saat menggosok gigi, menyentuh keran atau gagang pintu dengan hitungan tertentu, membenturkan kepala sekali lagi kalau kepalanya kebetulan terantuk (karena angkanya harus genap), dan banyak hal lain, menunjukkan bahwa dirinya menderita gangguan obsesif-kompulsif (sepertinya semua anak agak-agak OCD waktu kecil, atau itu hanya aku?). Ritual ini dianggapnya terkait dengan nasib ibunya. Ketidakmampuannya melakukan ritual itu dikhawatirkannya akan memperburuk kondisi ibunya. David juga senang membacakan cerita-cerita dongeng untuk ibunya. Menurut ibunya, cerita-cerita itu menjadi hidup jika dituturkan, mereka butuh dibaca, butuh diberi kehidupan.</p>
<p>Ibu David sudah meninggal selama lima bulan, tiga minggu, empat hari, ketika David diperkenalkan kepada calon pengganti ibunya: <strong>Rose</strong>, pimpinan rumah sakit tempat ibu David dirawat. David sama sekali tidak bisa menerima ide bahwa ayahnya bisa mencintai orang lain selain ibunya, sehingga sejak pertemuan dengan Rose, David menarik diri, mulai sering berhalusinasi mendengar bisikan dari buku-buku di rak di kamarnya, dan sering pingsan tanpa sebab. Ketika akhirnya ayahnya dan Rose menikah dan Rose melahirkan <strong>Georgie</strong>, mereka semua pindah ke luar kota London, ke rumah tua bertingkat tiga yang besar milik keluarga Rose sejak beberapa generasi sebelumnya. David mendapat kamar di bawah atap, lengkap dengan rak buku berisi buku-buku dongeng bekas (yang kadang juga digambari sendiri) milik <strong>Jonathan Tulvey</strong>, kakak ayah Rose, yang menghilang pada usia 14 tahun bersama adik angkatnya, <strong>Anna</strong>, yang berusia 7 tahun. Semakin hari, David semakin membenci Rose dan Georgie, karena merasa mereka berdua merenggut perhatian ayahnya darinya, dan merasa dunia ini tidak adil karena mengambil ibunya. Dalam mimpi dan di luar mimpi, David mulai sering melihat penampakan makhluk berpunggung bungkuk (bahasa aslinya menyebutnya dengan <em>the Crooked Man</em>, yang tidak harus berrarti bungkuk, sebenarnya) dan memakai topi bungkuk.</p>
<p>Suatu malam, sesudah bertengkar dengan Rose dan ayahnya, David mendengar panggilan ibunya yang mengatakan bahwa dirinya terperangkap di sebuah tempat yang asing dan meminta agar David menolongnya. Suara itu menuntun David memasuki celah di tembok sebuah kebun cekung di halaman rumah Rose, yang mengarah pada lubang di pohon. Tepat saat itu, sebuah pesawat pengebom Jerman jatuh di kebun (itu adalah awal Perang Dunia II), menghancurkan kebun dan menutupi celah yang dilewati David. Bagi semua orang, David entah melarikan diri sesudah pertengkaran itu, atau mati tertimpa pesawat.</p>
<p>Dunia yang dimasuki David adalah dunia yang jauh berbeda dari dunia kita, sebuah dunia fantasi. Sampai sini, aku merasa deja vu, kok kayak <strong>Alice in Wonderland</strong> ya. Tetapi hanya sampai situ. Dunia yang dimasukinya berbau sesuatu terbakar dan bau busuk binatang mirip serigala yang sudah tidak berkepala. Orang pertama yang ditemuinya adalah <strong>Si Tukang Kayu</strong>, yang kemudian menyelamatkannya dari kejaran serigala dan manusia serigala. Si Tukang Kayu mencoba meyakinkan David bahwa ibunya sudah meninggal, dan suara itu adalah tipuan. Lelaki Bungkuk yang dilihat David menurut Tukang Kayu adalah penculik anak-anak kecil. Tukang Kayu membujuk David untuk kembali ke dunianya. Namun, celah di pohon tempat masuk David tidak bisa dikenali lagi, sehingga mereka terpaksa mendatangi <strong>Raja</strong> yang memiliki <strong>Kitab tentang Yang Telah Hilang</strong>. Mungkin mereka bisa meminta petunjuk dari Kitab itu.</p>
<p>Perjalanan David mencari Raja penuh dengan hambatan. Banyak kematian penuh darah yang ditemui David, membawanya dari anak yang iri hati dan penuh kebencian menjadi anak yang lebih dewasa dan bijak. Perjalanannya terkait dengan manusia serigala dari cerita <strong>Si Mantel Merah</strong> yang jauh berbeda dari yang biasa kita dengar. Si Mantel Merah dalam cerita ini tidak selugu yang biasa kita baca dalam dongeng. Serigala dalam cerita ini sebenarnya takut pada Mantel Merah, namun Mantel Merah telah jatuh cinta padanya dan mengejar serigala ke mana-mana sampai serigala itu menyerah. Mereka akhirnya.. erm&#8230;. berpacaran, dan lahirlah klan manusia serigala. Mantel Merah kemudian banyak mengajak gadis lain yang jatuh cinta pada serigala, sehingga klan ini semakin besar. Namun, manusia serigala tetaplah serigala. Pada akhirnya, gadis-gadis ini disantap oleh klan manusia serigala tersebut. Ouch. Itulah asal-muasal manusia serigala yang mengejar-ngejar David. Manusia-manusia serigala ini ingin mengambil alih kekuasaan Raja dan menjadi penguasa dunia.</p>
<p>Tukang Kayu juga bercerita tentang dua bersaudara yang mirip sekali dengan cerita <strong>Hansel dan Grete</strong><strong>l</strong>, serta <strong>Alexander dan Puteri </strong>yang mungkin didasarkan pada <strong>Beauty and the Beast</strong>, yang kedua-duanya berakhir brutal. Dalam perjalanan ini David berjumpa dengan <em>harpy</em> (agak aneh, karena ini dari mitologi Yunani dan agak tidak pas berada di antara dongeng-dongeng Grimm &amp; Grimm ini); troll penjaga jembatan yang mengajukan teka-teki terkenal yang melibatkan 2 troll (satu jujur, satu selalu berbohong); <strong>Snow White</strong> (yang menjijikkan) dan 7 kurcaci (yang kehidupannya mengenaskan), lengkap dengan apel beracun (yang ternyata dibuat oleh para kurcaci), Pangeran kurang kerjaan yang mencium sang Puteri; pemburu yang suka menggabung-gabungkan manusia dan hewan; <strong>Roland</strong> si penunggang kuda yang mencintai sahabat laki-lakinya Raphael; kastil berduri tempat <strong>Puteri Tidur</strong> menunggu pangeran penyelamatnya; sampai akhirnya David berjumpa dengan Raja. Di sepanjang jalan, si Lelaki Bungkuk terus melindungi David tanpa diketahui tujuannya oleh David, dan dia terus-menerus membujuk David untuk memberitahukan nama saudara laki-lakinya.</p>
<p>Berhasilkah David memperoleh jawaban dari Raja? Siapakah Raja ini sebenarnya? Apakah isi Kitab tentang yang Telah Hilang itu? Mengapa dunia dongeng yang ditemuinya ini berbeda dengan dunia dongeng yang dibacanya? Siapakah si Lelaki Bungkuk dan apa tujuannya sebenarnya? Berhasilkah David kembali ke dunianya? Apakah yang terjadi di dunia nyata saat David pergi? Menegangkan sampai akhir.</p>
<p>Sebuah dongeng yang brutal, sekaligus sebuah cerita tentang seorang anak yang kehilangan anggota keluarga dekat dan mekanisme defensif yang dilakukannya untuk menghadapi kehilangan itu. Aku suka sekali.</p>
<p>Buku ini adalah buku ketujuh yang ditulis oleh <a href="http://www.johnconnollybooks.com/blogger.html" target="_blank">John Connolly</a>, sesudah sebelumnya menulis cerita misteri pembunuhan, dengan tokoh eks-polisi Charlie Parker.  Gramedia telah menerjemahkan juga novel kelimanya, <strong>Bad Men</strong>, pasti buku bagus juga.</p>
<p>Buku ini juga direview oleh:</p>
<ul>
<li><a href="http://bacaan-ally.blogspot.com/2009/01/book-of-lost-things.html" target="_blank">Ally</a></li>
<li><a href="http://elketw.multiply.com/reviews/item/64" target="_blank">Elke</a></li>
<li><a href="http://katumbiri.multiply.com/reviews/item/67" target="_blank">Jia</a></li>
<li><a href="http://jodypojoh.blogdrive.com/archive/162.html" target="_blank">Jody</a></li>
<li><a href="http://mon-secret-jardin.blogspot.com/2008/08/buku-tentang-yang-hilang.html" target="_blank">Kobo</a></li>
<li><a href="http://perca.blogdrive.com/archive/380.html" target="_blank">Perca</a></li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bookquickies.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bookquickies.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bookquickies.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bookquickies.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bookquickies.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bookquickies.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bookquickies.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bookquickies.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bookquickies.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bookquickies.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bookquickies.wordpress.com&blog=1075859&post=158&subd=bookquickies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bookquickies.wordpress.com/2009/02/01/the-book-of-lost-things-kitab-tentang-yang-telah-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca2609d2489ee6ffd8cb579b5997db08?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/02/the-book-of-lost-things-john-connolly.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">the-book-of-lost-things-john-connolly</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stormchaser</title>
		<link>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/31/stormchaser/</link>
		<comments>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/31/stormchaser/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 04:01:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[western]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bookquickies.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Paul Stewart (penulis) &#38; Chris Riddell (ilustrator)
Diterjemahkan oleh Meithya Rose Prasetya
Penerbit Matahati, Jakarta, 2008
ISBN 9789791141116
462 halaman
Sesudah membaca buku 1 dari seri The Twig Saga yang merupakan bagian dari The Edge Chronicles, aku tidak sabar menunggu buku 2-nya. Seperti yang sudah kusebut sebelumnya, buku ini hanya 1 dari segabruk buku (11 buku, saudara-saudara!) dalam serial [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bookquickies.wordpress.com&blog=1075859&post=153&subd=bookquickies&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-154" title="stormchaser" src="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/02/stormchaser.gif?w=175&#038;h=253" border="0" alt="stormchaser" hspace="9" vspace="9" width="175" height="253" />Oleh Paul Stewart (penulis) &amp; Chris Riddell (ilustrator)<br />
Diterjemahkan oleh Meithya Rose Prasetya<br />
Penerbit Matahati, Jakarta, 2008<br />
ISBN 9789791141116<br />
462 halaman</p>
<p>Sesudah membaca buku 1 dari seri <strong>The Twig Saga</strong> yang merupakan bagian dari <strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Edge_Chronicles" target="_blank">The Edge Chronicles</a></strong>, aku tidak sabar menunggu buku 2-nya. Seperti yang sudah kusebut <a href="http://bookquickies.wordpress.com/2008/07/20/the-edge-chronicles-01-beyond-the-deepwoods/" target="_blank">sebelumnya</a>, buku ini hanya 1 dari segabruk buku (11 buku, saudara-saudara!) dalam serial yang berkaitan dengan the Edge. Dengan harapan akan disuguhi dengan ilustrasi yang indah dan banyak lagi. Yah, yang jelas, covernya aja aku udah suka! Mengingatkan pada cover buku-buku <strong>Terry Pratchett</strong> yang edisi <strong>Corgi</strong>, cuma kalo covernya Pratchett ilustrasinya kontinu dari depan sampai ke belakang, memuat hampir semua tokoh dalam buku, sedangkan yang Stormchaser ini tidak kontinu.</p>
<p>Kalau kita ingat, buku 1 kemaren diakhiri dengan perjumpaan <strong>Twig</strong> dengan ayahnya, sang kapten kapal perompak langit, <strong>Quintinius Verginix</strong>, alias <strong>Cloud Wolf</strong>. Nah, buku ini diawali dengan berbagai kejadian di <strong>Undertown</strong> sebelum Cloud Wolf harus membawa kapal langitnya untuk mencari stormphrax. Mari kita ingat-ingat kembali peta The Edge: ada <strong>Hutan Deepwoods</strong> (di buku 2 disebut dengan Belantara Deepwoods), sebuah hutan lebat tak tertembus dan berbahaya; ada <strong>Hutan Twilight</strong> (di buku 2 disebut dengan Hutan Temaram), hutan bermandi cahaya yang membuat orang lupa segala; <strong>Rawa</strong>, yang berbau busuk tempat pembuangan limbah; <strong>the Edgeland</strong>, tanah gersang yang diduga adalah tempat tinggal hantu dan roh; <strong>Undertown</strong>, pusat perekonomian di The Edge; <strong>Taman Batu</strong>; dan <strong>Sanctaphrax</strong>, pulau kecil terapung yang diikatkan ke tengah Undertown dengan jangkar.</p>
<p>Cerita dalam buku ini terjadi di Undertown, Sanctaphrax, dan Hutan Twilight. <strong>Undertown</strong>, seperti Jakarta juga, selalu menarik orang-orang dari tempat lain untuk datang demi mencari pekerjaan dan memperoleh kehidupan yang lebih layak. Bedanya, Undertown lebih mirip seperti bagian kota Jakarta yang kumuh, padat, bising, dipenuhi oleh berbagai jenis makhluk yang saling tindas dan licik. Undertown selalu diselubungi oleh kabut asap yang kotor, dan sumber airnya adalah Sungai Edgewater yang kotor dan tercemar, akibat tercampur limbah pabrik. Sementara itu, <strong>Sanctaphrax</strong> merupakan tempat para cendekiawan, atau biasa disebut dengan akademisi, yang saling bersaing dan saling libas penuh kecemburuan. Sanctaphrax dipertahankan melayang di atas Edge (dan tidak terbang pergi ke kehampaan) oleh rantai yang mengikatnya ke Undertown, dan, nah ini yang paling penting: batu raksasa <strong>stormphrax</strong> yang diletakkan di <em>treasury</em>, jauh di bawah tanah Sanctaphrax. Batu raksasa ini dalam keadaan gelap gulita akan menjadi sangat berat, dan mampu mempertahankan kota apung Sanctaphrax agar tetap di tempatnya, namun apabila terkena cahaya, akan mengapung dan bertambah ringan. Stormphrax adalah kristal yang dibentuk oleh ledakan petir di atas Hutan Twilight ketika munculnya Badai Akbar. Kelihatannya setiap badai besar yang datang dari luar Edge akan selalu tertarik ke Hutan Twilight, persis seperti laron tertarik pada api. Karena bahaya yang timbul apabila seseorang memasuki Hutan Twilight, maka setiap Badai Akbar muncul, yang muncul setiap beberapa tahun sekali, akan dikirim seorang Akademikus Ksatria dengan sebuah kapal pemburu badai (Stormchaser) untuk mencari stormphrax, agar treasury tidak pernah kehabisan batu berharga ini, dan rantai penahan Sanctaphrax tidak pernah putus saking tidak kuatnya menahan tarikan ke atas dari Sanctaphrax.</p>
<p>Twig yang sedang berjalan-jalan di Undertown,di sela perjalanannya dengan kapal langit, bertemu dengan <strong>Caterbird</strong>, yang dulu selalu membantunya. Caterbird itu berada di dalam sangkar di depan sebuah toko hewan. Dengan janji bahwa Twig akan melepaskan Caterbird itu dari kungkungan sangkar, Caterbird menceritakan sebuah kisah yang berawal 20 tahun sebelumnya, ketika ayah Twig masih muda:</p>
<p><strong>Vilnix Pompolnius</strong> saat ini adalah Akademia Tertinggi di Sanctaphrax. Tetapi 20 tahun sebelumnya, Akademia Tertinggi dipegang oleh pasangan <strong>Profesor Cahaya</strong> dan <strong>Profesor Kegelapan</strong>, sementara Vilnix hanyalah seorang murid, namun ambisinya yang tidak kenal batas telah mendorongnya untuk menyusun rencana jahat. Vilnix mencuri beberapa potong stormphrax dari treasury, berharap bisa mengendalikan energi yang dimiliki batu itu. Namun semua usaha yang dilakukannya di laboratorium sia-sia, sehingga dengan marah Vilnix menumbuk batu itu dengan alu, mengakibatkan seluruh menara kediamannya hancur, namun Vilnix sendiri selamat. Batu itu berubah menjadi bubuk sepia yang dapat mengubah cairan apa pun menjadi air sebening kristal. Bayangkan potensinya, dia telah menemukan rahasia untuk memurnikan air. Sementara itu, akibat hilangnya beberapa potong stormphrax dari treasury, kota Sanctaphrax menjadi lebih ringan dan rantai pengikatnya ke Undertown terancam putus. Ksatria terakhir yang dikirim mencari stormphrax 9 tahun sebelumnya, <strong>Screedius Tollinix</strong>, tidak pernah kembali. Untunglah saat itu dikonfirmasi bahwa Badai Akbar akan datang segera, dan Quintinius Verginix dipanggil untuk dianugerahi gelar Akademikus Ksatria. Untuk itu, Quintinius harus bersumpah dan meminum air sungai Edgewater. Sayangnya, air Sungai Edgewater adalah air tercemar, sehingga tidak ada siapa pun yang mau meminumnya. Pada saat itulah Vilnix datang, dan mencelupkan medali perak berbentuk bola miliknya ke dalam gelas berisi air tersebut, dan air seketika menjadi sebening kristal. Dengan menyatakan bahwa dirinya telah menemukan suatu zat bernama <strong>phraxdust</strong>, Vilnix mengklaim posisi sebagai Akademia Tertinggi. Menurut Vilnix, solusi untuk mempertahankan Sanctaphrax agar tetap di tempat bukanlah dengan bersusah-payah mengirim Akademikus Ksatria capek-capek pergi mengejar Badai Akbar dengan banyak risiko, melainkan cukup dengan memasang lebih banyak rantai untuk membantu kekuatan Rantai Jangkar yang sudah ada, yang berarti lebih banyak pabrik dan pengecoran besi, mengakibatkan lebih banyak limbah, namun air limbah bisa dengan mudah dimurnikan dengan hanya sedikit sekali phraxdust. Sementara itu, Quintinius yang tidak jadi dianugerahi gelar Ksatria meninggalkan tempat dengan marah dan menyatakan diri sebagai Cloud Wolf, sang perompak langit.</p>
<p>Dua puluh tahun kemudian, yaitu saat ini, keadaan semakin memburuk. Lingkaran setan telah terbentuk: semakin banyak rantai dibuat, semakin banyak limbah pabrik, semakin tercemar air, semakin banyak phraxdust dibutuhkan, semakin berkurang jumlah stormphrax dari treasury, semakin ringan Sanctaphrax, semakin banyak rantai yang diperlukan. Demikian seterusnya. Apalagi pembuatan phraxdust membutuhkan banyak sumber daya: kematian banyak orang dan kehancuran gedung.</p>
<p><strong>Nyonya Horsefeather</strong> adalah rentenir terkaya di Undertown. Kedai minumnya yang bernama Bloodoak hanyalah pekerjaan sampingannya. Persekutuannya dengan Cloud Wolf telah menjamin kekayaannya. Nyonya Horsefeather membiayai pemeliharaan kapal langit, sekaligus mengambil sebagian besar keuntungan penjualan hasil kerja perompak langit. Pada penerbangannya yang terakhir, <strong>Stormchaser</strong>, kapal langit Cloud Wolf, mengalami kerusakan berat dan kehilangan semua kargo dagangannya, sehingga belitan hutangnya pada Nyonya Horsefeather semakin besar. Nyonya Horsefeather menawarkan kepada Cloud Wolf suatu kesepakatan: apabila Cloud Wolf bersedia mencari stormphrax di Hutan Twilight (kebetulan sebentar lagi akan terjadi Badai Akbar menurut ramalan para ilmuwan di Sanctaphrax), maka semua hutangnya akan dilunasi, asalkan semua stormphrax diserahkan pada Nyonya Horsefeather. Ketika kemudian Profesor Cahaya sendiri yang meminta, akhirnya Cloud Wolf setuju. Dalam perjalanan ini, Twig tidak diizinkan ikut oleh Cloud Wolf. Sementara itu, sialnya, juru mudinya, <strong>Slyvo Spleethe</strong> adalah mata-mata untuk <strong>Liga Dagang Bebas Undertown</strong>, yang menjadi kaki tangan Vilnix Pompolnius. Slyvo diminta untuk melakukan tindakan apa pun yang dipandang perlu untuk merebut stormphrax. Sesudah berhasil mengetahui bahwa Twig adalah putra sang Kapten, Slyvo menyelundupkan Twig ke dalam Stormchaser, siapa tahu diperlukan untuk mengancam sang Kapten. Di tengah badai yang mengombang-ambingkan Stormchaser ke arah Hutan Twilight, Twig akhirnya mengetahui rencana jahat Slyvo, namun saat itu sudah terlambat. Ketika stormphrax mulai terbentuk, Slyvo sudah menyerang Cloud Wolf dan mengancam untuk membunuh puteranya, Twig. Perkelahian ini mengakibatkan kerusakan Stormchaser, dan semua awak kapal harus meninggalkan kapal langit, dan terbang turun ke Hutan Twilight, sementara Kapten Cloud Wolf terus tetap berada di kapal, terbang bersama badai.</p>
<p>Hutan Twilight, seperti telah disebutkan sebelumnya, bisa membuat orang menjadi gila dan melupakan tujuan hidupnya, tersesat selamanya di dalam hutan. Ke sanalah Twig dan para awak Stormchaser (<strong>Spiker, Stope Boltjaw, Stone Pilot, Tem Barkwater, Hubble, Profesor Cahaya</strong>) jatuh. Mulai dari sini, perjalanan Twig mulai menarik. Usahanya untuk mencari stormphrax, keluar dari Hutan Twilight, menembus Rawa yang berbahaya yang dihuni oleh makhluk monster<strong> Screed</strong> yang hobinya mengumpulkan jari kaki, dan kepusingannya memikirkan bagaimana membawa stormphrax kembali ke Sanctaphrax. Menarik sekali bagaimana Twig menghadapi Nyonya Horsefeather dan Vilnix. Buku ini lebih sadis daripada buku 1-nya: banyak kematian dan kesedihan terjadi, namun Twig telah mejelma menjadi lebih dewasa, tidak lagi merengek-rengek menyebalkan seperti di buku sebelumnya. Yang jelas, benar kata orang-orang, kalau buku 1 menang di sisi ilustrasi, maka buku 2 ini jauuuuh lebih keren dari segi storyline dibanding buku 1.</p>
<p>Ilustrasinya tidak lagi sebanyak buku <strong>Beyond the Deepwood</strong>s, namun ceritanya benar-benar berjalan cepat dan menegangkan, sekali baca, malas meletakkannya sampai selesai. Berarti buku pertama kemarin memang benar-benar untuk pengenalan karakter, walau kemudian hanya sedikit sekali tokoh di buku 1 muncul di buku 2.</p>
<p>Penerjemahannya bagus, hanya ada sedikit ketidakkonsistenan dalam penerjemahan istilah. Bab Pengantar di buku 1 dan buku 2 sebenarnya harusnya persis sama, karena kelihatannya diterjemahkan dari teks yang sama di dalam bahasa aslinya. Kertas di buku 2 ini juga lebih bagus. Sayang sekali kali ini tidak ada pembatas bukunya. Tetapi, tetep ya, terima kasih <a href="http://bookzfreak.blogspot.com/" target="_blank">Natnat</a> dan <a href="http://www.penerbitmatahati.com/" target="_blank">Penerbit Matahati</a> untuk kiriman buku ini <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bookquickies.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bookquickies.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bookquickies.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bookquickies.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bookquickies.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bookquickies.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bookquickies.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bookquickies.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bookquickies.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bookquickies.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bookquickies.wordpress.com&blog=1075859&post=153&subd=bookquickies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/31/stormchaser/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca2609d2489ee6ffd8cb579b5997db08?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/02/stormchaser.gif" medium="image">
			<media:title type="html">stormchaser</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Glam Girls</title>
		<link>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/29/glam-girls/</link>
		<comments>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/29/glam-girls/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 17:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bookquickies.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Nina Ardianti
Penerbit GagasMedia Jakarta, 2008
ISBN 9789797802837
320 halaman
Kalian yang mengenal aku pasti tercengang melihat aku membeli buku ini. Ini chicklit, loh.  Bukan aku banget hihihihi&#8230;. Tetapi tetapi, kalian ingat kan bahwa aku ini orangnya beli buku based on its cover? Sejak pertama kali melihat buku ini di Gramedia Veteran, aku sudah pengeeeen banget beli, cuma [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bookquickies.wordpress.com&blog=1075859&post=140&subd=bookquickies&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-141" title="glamgirls" src="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/01/glamgirls.gif?w=137&#038;h=200" border="0" alt="glamgirls" hspace="9" vspace="9" width="137" height="200" />Oleh Nina Ardianti<br />
Penerbit GagasMedia Jakarta, 2008<br />
ISBN 9789797802837<br />
320 halaman</p>
<p>Kalian yang mengenal aku pasti tercengang melihat aku membeli buku ini. Ini chicklit, loh.  Bukan aku banget hihihihi&#8230;. Tetapi tetapi, kalian ingat kan bahwa aku ini orangnya beli buku based on its cover? Sejak pertama kali melihat buku ini di Gramedia Veteran, aku sudah pengeeeen banget beli, cuma karena merasa sudah kebanyakan beli buku aja, makanya gak dibeli saat itu juga. Covernya itu, dan judulnya juga, mengingatkan aku pada <strong><a href="http://www.imdb.com/title/tt0397442/" target="_blank">Gossip Girl</a></strong>. Dan dalam hati berharap, mudahan buku ini seasik Gossip Girl, serial yang bikin aku merasakan guilty pleasure, lagi-lagi, karena memang bukan tipe tontonanku. Sinetron banget kan sebenarnya. Curiganya ni buku dijuduli seperti inimemang maksudnya untuk mengingatkan kita pada serial sukses itu (terbukti di dalam buku penulisnya memang menyebut-nyebut serial ini).</p>
<p>Melihat judul, kita tahulah ceritanya tentang apa. Tentang cewek-cewek glamor pastinya, yang kaya raya dan hidup sehari-harinya dihabiskan dengan membolak-balik majalah mode terbaru, dan kemudian tergesa-gesa pergi ke mall yang paling berkelas bersama gerombolan dengan wajah dan gaya mirip-mirip, untuk membeli baju atau sepatu atau tas merk terbaru seperti model idola mereka di majalah. Yang sekolah hanya karena mereka diwajibkan sekolah oleh orang tua mereka.</p>
<p>Jadi buku ini dimulai dengan cerita tentang si tokoh utama, <strong>Adrianna</strong>. Cewek kaya yang, katanya sendiri, tidak peduli mode. Yang ingin sekolah di sekolah &#8220;normal&#8221;, bukan sekolah swasta untuk orang kaya seperti <strong>Voltaire International School</strong>, sebuah kompleks sekolah mulai tingkat TK sampai SMA. Di sini, kalau tidak kaya banget, maka orang itu pasti pinter banget. Sesudah bosan sekolah sampai SMP di VIS, Adrianna ingin pindah ke SMA Harapan Bangsa, tempat kedua sahabatnya, <strong>Nadine</strong> dan <strong>Lelly</strong>, melanjutkan sekolah. Dia, katanya, sudah muak dengan gaya glamor siswa-siswa yang sekolah di VIS. Tetapi untuk orang yang muak dengan hal-hal seperti itu, Adrianna sangat-sangat fasih tentang apa yang dipakai oleh orang-orang lain: bangles Gucci, lip balm L&#8217;Occitane, birkin bag Hermes, dan macam-macam lagi. Adrianna sendiri tiap hari ganti-ganti tas: daypack Samsonite, postman bag Roxy, tas Elle, dsb. Dan arloji: Esprit, Swatch, Levi&#8217;s, dll.</p>
<p>Nah, alkisah, di kelasnya ada 3 cewek yang beda sendiri, karena mereka selalu memakai pakaian paling beda dan paling mutakhir, aksesoris dan pakaian paling mahal, dan aura intimidatif. Mereka adalah <strong>Rashi</strong>, <strong>Maybella</strong>, dan <strong>Marion</strong>. Sayangnya, aura keren mereka tidak diikuti dengan kepintaran. Mereka selalu bersama-sama, namun jelas bahwa Rashi adalah sang bos, yang lain hanya seperti kerbau dicocok hidung. Entah kenapa, Adrianna paling terganggu dengan adanya mereka. Mungkin karena Maybella duduk sebangku dengannya. Semua hal yang mereka lakukan dikomentari oleh Adrianna, walau hanya dalam hati. Sialnya, untuk mata pelajaran Indonesian Studies, dia harus sekelompok dengan Rashi dan Maybella untuk membuat makalah tentang salah satu provinsi di Indonesia (tugas kelompok dengan tema yang begitu payah, menurutku). Adrianna kesulitan melakukan tugas kelompok itu, karena dia dianggap angin lalu oleh kedua cewek glamor itu.</p>
<p>Suatu hari, nah di sini, aku merasa aneh dengan perubahan karakter mendadak si Adrianna: dia menyebar gosip tentang perkelahian Rashi dengan Marion yang didengarnya tanpa sengaja. Marion kemudian ditendang dari geng Rashi. Perubahan karakter mendadak lagi dari Adrianna: dia menyesal dan mendatangi Rashi (yang sebelumnya untuk mendekatinya saja Adrianna takut-takut) untuk menceritakan bahwa dirinyalah yang menyebarkan gosip. Anehnya, Rashi malah menarik Adrianna menjadi anggota gengnya, menggantikan Marion. Lebih aneh lagi, Adrianna mau-mau saja berada dalam inner circle orang glamor, bahkan ikut-ikut menjadi glamor. Apakah dalam hatinya sebenarnya Adrianna ingin seperti Rashi, tetapi karena tadinya tidak dianggap oleh geng Rashi, makanya dia membenci mereka? Entahlah. Tetapi di akhir cerita, Adrianna bilang bahwa dirinya senang dengan perubahan dirinya ini, tinggal bagaimana menyesuaikan perubahan dirinya ini dengan nilai-nilai yang sudah dia anut. Huhuhu&#8230; spoiler. Biarin. Gak penting-penting amat kok ceritanya.</p>
<p>Ada beberapa tokoh cowok dalam buku ini: <strong>Indra</strong>, teman sekelasnya yang mengajak Adrianna masuk klub sepakbola; <strong>Rifky</strong>, coach sepakbola, juga teman kakak Adrianna, <strong>Mirza</strong>; <strong>Dumai</strong>, teman sekelasnya; <strong>Lukas</strong>, cowok Rashi; dan <strong>Dico</strong>, cowok, yang katanya keren, dari kelas di atas kelas Adrianna yang terus-menerus ingin bicara padanya. Kayaknya disiapkan untuk love interest-nya Adrianna di buku selanjutnya. Ya, ternyata ada buku selanjutnya, sudah ada bab pertamanya malahan di bagian belakang buku ini. Judulnya: <strong>Reputation</strong>. Kali ini, VIS dilihat dari sudut pandang Rashi, hmmm&#8230; menarik juga caranya. Ditulis oleh orang yang berbeda:<em> Tessa Intanya</em>. Mungkin karena ditulis oleh yang berbeda, makanya &#8220;rasa&#8221;nya juga berbeda. Adrianna jadi terlalu akrab dengan Rashi, beda banget dengan karakternya di buku yang pertama. Rashi juga peluk-peluk aja gitu sama Maybella, padahal kan dia kayaknya bukan tipe yang seperti itu. Entahlah.</p>
<p>Buku ini ditulis dalam bahasa gaul, dengan banyak istilah Inggris di sana-sini, karena ini kan sekolah internasional. Tetapi, ternyata di rumah pun, keluarga Adrianna berbicara dalam bahasa Indonesia campur-campur Inggris. Gaya keluarga masa kini kali. Terus, yang cukup mengganggu juga, ada quote di setiap awal bab. Kadang nyambung, kadang gak nyambung dengan isi bab.</p>
<p>Di luar itu, covernya aku suka, itu yang rambut pendek Adrianna, yang rambut pirang May, yang rambut hitam panjang Rashi, kali ya? Padahal menurutku yang pirang tampangnya lebih cocok jadi Rashi. Kertas halaman-halaman bukunya juga bagus! Pilihan font-nya juga. Editingnya cukup bagus, walau ada beberapa kesalahan kecil. oya, omong-omong, ketiga gadis glamor ini punya blog: <a href="http://ggheadquarters.blogspot.com/" target="_blank">Glam Girls Headquarters</a>.</p>
<p>Kayaknya aku pengen membaca kelanjutannya deh.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bookquickies.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bookquickies.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bookquickies.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bookquickies.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bookquickies.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bookquickies.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bookquickies.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bookquickies.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bookquickies.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bookquickies.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bookquickies.wordpress.com&blog=1075859&post=140&subd=bookquickies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/29/glam-girls/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca2609d2489ee6ffd8cb579b5997db08?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/01/glamgirls.gif" medium="image">
			<media:title type="html">glamgirls</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bankir Sesa{a}t</title>
		<link>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/28/bankir-sesaat/</link>
		<comments>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/28/bankir-sesaat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 15:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bookquickies.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ichanx
Penerbit GagasMedia, Jakarta, 2009
ISBN 9789797802998
192 halaman
Satu lagi blog yang dijadikan buku. Aku sudah mengunjungi blognya Ichanx sebelum dia menerbitkan bukunya ini, walau tidak reguler. Kalau kamu membacanya blognya (yang dipenuhi postingan bahasa Inggris, mungkin untuk Adsense :p), kadang kita tidak tahu mana yang beneran, mana yang (mungkin) hanya khayalannya saja, hihihihi&#8230; Soalnya kadang ceritanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bookquickies.wordpress.com&blog=1075859&post=134&subd=bookquickies&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-135" title="bankir" src="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/01/bankir.jpg?w=160&#038;h=265" border="0" alt="bankir" hspace="9" vspace="9" width="160" height="265" />Oleh Ichanx<br />
Penerbit GagasMedia, Jakarta, 2009<br />
ISBN 9789797802998<br />
192 halaman</p>
<p>Satu lagi blog yang dijadikan buku. Aku sudah mengunjungi <a href="http://blog.ichanx.net/" target="_blank">blognya Ichanx</a> sebelum dia menerbitkan bukunya ini, walau tidak reguler. Kalau kamu membacanya blognya (yang dipenuhi postingan bahasa Inggris, mungkin untuk Adsense :p), kadang kita tidak tahu mana yang beneran, mana yang (mungkin) hanya khayalannya saja, hihihihi&#8230; Soalnya kadang ceritanya begitu tidak mungkin terjadi. Kayak apa tuh maksudnya, yah baca saja deh.</p>
<p>Balik ke bukunya. Yang dimasukkan ke bukunya adalah masa-masa ketika dia berada di Tarakan, ketika bekerja menjadi pegawai bank. Apakah pegawai bank bisa disebut bankir? Entahlah. Dulu anggapanku yang namanya bankir itu para pejabat-pejabat di tingkat manajemen teratas bank. Kenapa judulnya diberi kurung seperti itu? Sesat atau Sesaat maksudnya? Sepertinya dua-duanya deh. orang ini memang setan, eh, sesat hihihi&#8230; Ya, soalnya dia kadang idealis di satu sisi, sama sekali tidak idealis di sisi lain. Menolak transaksi gak bener seorang nasabah, tapi enak-enakan bohong di kantor bahwa dirinya memperbaiki mesin ATM, padahal asik nongkrong di pantai seharian. Selain itu, kadang Ichanx agak-agak sadis deh pada binatang (aku tidak mau membaca tentang ikan si-Naga itu), tetapi kelihatan penyayang waktu nolongin kelelawar yang jatuh di halamannya karena mabok (?).</p>
<p>Orang ini juga tidak malu-malu membuka aibnya sendiri, seperti kisah tentang celana dalam, ATM pake nama aneh-aneh, berangkat dengan parfum obat nyamuk, dan macam-macam lagi. Dia juga kadang berasumsi dan asal menarik kesimpulan, mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tendensius, tetapi ya maklum, itu kan blognya dia, suka-suka dia dong. Ternyata tidak diperhalus waktu dibuat buku ya, Chanx (yayaya, aku tahu kamu pasti baca halaman ini sesudah meng-googling judul bukumu).</p>
<p>Membaca pengalaman Ichanx bekerja di bank di Tarakan itu, aku jadi bersyukur bekerja di kantor yang lebih normal. Masak ada rapat yang diadakan sang bos sampai tengah malam membicarakan kelakuan ibu-ibu Dharma Wanita, ada acara olahraga wajib tiap akhir minggu, dan kesulitan sangat-sangat luar biasa untuk berhenti bekerja.</p>
<p>Ini adalah salah satu buku-dari-blog yang menghibur. Baca deh baca deh baca deh. Kita lihat saja apakah buku ini akan kunobatkan sebagai buku-dari-blog terbaik yang kubaca di tahun 2009 (tahun kemaren Ocehan si Mbot yang terbaik). Tahun 2009 masih panjang hahahaha&#8230;..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bookquickies.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bookquickies.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bookquickies.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bookquickies.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bookquickies.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bookquickies.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bookquickies.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bookquickies.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bookquickies.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bookquickies.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bookquickies.wordpress.com&blog=1075859&post=134&subd=bookquickies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/28/bankir-sesaat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca2609d2489ee6ffd8cb579b5997db08?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/01/bankir.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bankir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Komik tentang Kucing dan Satu Komik tentang Kedokteran</title>
		<link>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/28/dua-komik-tentang-kucing-dan-satu-komik-tentang-kedokteran/</link>
		<comments>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/28/dua-komik-tentang-kucing-dan-satu-komik-tentang-kedokteran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 15:30:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[comics & graphics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bookquickies.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa, kalau ada kucingnya atau ada kaitannya dengan kedokteran, aku kok tertarik ya. Yah tidak apa-apalah, kalau gak bagus, ya serialnya tidak usah diteruskan belinya.
Paradise Cats 1
Oleh Yang A
Diterjemahkan oleh Siti Nuryati
Penerbit m&#38;c! Gramedia, 2009
ISBN 9789792333374
Lucu ya, covernya banyak kucing gendut-gendut. Ada Sid, Vivian, Tartan, Nills, dan Tazio. Kelima kucing ini dimiliki oleh 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bookquickies.wordpress.com&blog=1075859&post=131&subd=bookquickies&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seperti biasa, kalau ada kucingnya atau ada kaitannya dengan kedokteran, aku kok tertarik ya. Yah tidak apa-apalah, kalau gak bagus, ya serialnya tidak usah diteruskan belinya.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-146" style="border:0 none #000000;margin:9px;" title="paradise-cats1" src="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/01/paradise-cats1.jpg?w=158&#038;h=240" border="0" alt="paradise-cats1" hspace="9" vspace="9" width="158" height="240" />Paradise Cats 1</strong><br />
Oleh Yang A<br />
Diterjemahkan oleh Siti Nuryati<br />
Penerbit m&amp;c! Gramedia, 2009<br />
ISBN 9789792333374</p>
<p>Lucu ya, covernya banyak kucing gendut-gendut. Ada <strong>Sid</strong>, <strong>Vivian</strong>, <strong>Tartan</strong>, <strong>Nills</strong>, dan <strong>Tazio</strong>. Kelima kucing ini dimiliki oleh 2 orang pembuat komik yang miskin, <strong>Yang Myong Il</strong> dan <strong>Louie</strong>, tetapi kalau dapat honor, selalu yang teringat pertama adalah kebutuhan kucingnya. Sid cowok, Vivian cewek, dan Tartan adalah anak mereka berdua. Tartan ini juga cewek, dan suka nempel-nempel Sid. Adegan Sid memacari Tartan digambarkan dengan ilustrasi manusia (ini sih dalam khayalan Yang), hueeek! Hihihihi&#8230;&#8230;Nills adalah kucing Himalaya, atau mungkin juga kucing Rusia, aku tidak jelas deh, komiknya gak konsisten. Lagipula aku tidak begitu mengerti jenis-jenis kucing. Aku cuma tahu 2 jenis kucing: kucing rumahan dan kucing jalanan, hihihihi&#8230; Sementara itu, Tazio adalah kucing terkecil, tetapi gayanya sudah kayak yang paling tua. Kabarnya sih, Tazio ini merasa dirinya dewasa, karena dia dipesani ibunya agar bisa menjaga diri.</p>
<p>Setiap kucing diceritakan karakternya sendiri-sendiri, lucu-lucu deh. Sid yang cuek dan sang pangeran di antara kelima kucing. Vivian yang pemalu. Tartan yang bisu dan selalu mengikuti serta <span style="text-decoration:line-through;">sok</span> melindungi Sid. Nills yang takut-takut dan suka berkelahi dengan Tazio. Tazio yang preman. Yang bikin ketawa guling-gulingan adalah bila sudah digambarkan karakter kucing-kucing ini dalam bentuk manusia. Jadinya, walau gambar-gambar 2 tokoh manusia utamanya jelek dan penerjemahannya tidak begitu bagus, aku kok tertarik ya untuk meneruskan membaca serial ini.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-147" style="border:0 none #000000;margin:9px;" title="the-cats-beautiful-gift" src="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/01/the-cats-beautiful-gift.jpg?w=136&#038;h=216" border="0" alt="the-cats-beautiful-gift" hspace="9" vspace="9" width="136" height="216" />The Cat&#8217;s Beautiful Gift</strong><br />
Oleh Naomi Akimoto<br />
Diterjemahkan oleh Lidwina Leung<br />
Penerbit m&amp;c! Gramedia, 2009<br />
ISBN 9789792333015</p>
<p>Komik ini terdiri dari 4 komik one-shot yang bertema persahabatan manusia dan kucing: <strong>Sleeping under Sunshin</strong><strong>e</strong>; <strong>Him, Me &amp; You</strong>;<strong> Flower&#8217;s Life</strong>; dan <strong>Messenger</strong>. Dua cerita mengisahkan kucing yang menjadi sahabat yang membantu tokoh utamanya menghadapi hidup dengan kuat walaupun banyak masalah, sedangkan dua lainnya kucing membantu hubungan sepasang kekasih, halah, kalimatku. Di dua cerita sebelumnya, ceritanya sediiiih, huhuhuhu&#8230;.. Seharusnya sudah bisa diduga kalau judul komiknya begini sih. Oya, komik ini tidak untuk anak-anak, soalnya ada adegan dewasanya hihihi&#8230;.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-148" style="border:0 none #000000;margin:9px;" title="a-future-doctor" src="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/01/a-future-doctor.jpg?w=148&#038;h=240" border="0" alt="a-future-doctor" hspace="9" vspace="9" width="148" height="240" />A Future Doctor 01</strong><br />
Oleh Kobato Uchida<br />
Diterjemahkan oleh Ine Martiana<br />
Penerbit m&amp;c! Gramedia, 2008<br />
ISBN 9789792332261</p>
<p>Jeleknya komik tentang kedokteran adalah, aku cenderung membanding-bandingkannya dengan <strong>Team Medical Dragon</strong>. Komik ini penggambarannya kurang spektakuler, dan jelas tidak se-&#8221;dewasa&#8221; TMD. Kalau TMD bercerita tentang dokter dengan spesialisasi jantung di sebuah rumah sakit universitas, komik ini bercerita tentang mahasiswa kedokteran tingkat pertama, <strong>Noriko Tsukishim</strong>a, yang bersekolah di Fakultas Kedokteran Universitas Wanita Nippori. Iuuuh, ada gitu ya, universitas khusus wanita. Pasti cepat berkelahi dan iri-irian. Dan seperti biasanya kisah sekolahan, selalu ada geng keren, dan ada deng yang rada nerdy. Si tokoh utama masuk geng rada nerdy tentunya, kalau masuk geng keren, ya gak ada ceritanya. Si tokoh utama masuk universitas untuk orang kaya ini dengan beasiswa. Noriko bersahabat dengan <strong>Shinobu Tsuchiya</strong>, si tomboy, dan <strong>Aya Kitami</strong>, si anggun.</p>
<p>Ceritanya berjalan terlalu cepat, tahu-tahu di tengah-tengah komik, Noriko sudah tingkat 2. Jadi eksplorasi kisah kedokterannya gak banyak, yang ada malah cerita tentang si Tsuchiya yang terus-menerus mencari pacar, love interest Noriko si dokter <strong>Ubukata</strong>, sahabat Noriko yang terkena kanker stadium lanjut, dan sebagainya. Kayaknya cukup sampai serial 1 aja deh aku membacanya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bookquickies.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bookquickies.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bookquickies.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bookquickies.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bookquickies.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bookquickies.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bookquickies.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bookquickies.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bookquickies.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bookquickies.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bookquickies.wordpress.com&blog=1075859&post=131&subd=bookquickies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/28/dua-komik-tentang-kucing-dan-satu-komik-tentang-kedokteran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca2609d2489ee6ffd8cb579b5997db08?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/01/paradise-cats1.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">paradise-cats1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/01/the-cats-beautiful-gift.jpg?w=189" medium="image">
			<media:title type="html">the-cats-beautiful-gift</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/01/a-future-doctor.jpg?w=185" medium="image">
			<media:title type="html">a-future-doctor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waking Lazarus</title>
		<link>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/28/waking-lazarus/</link>
		<comments>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/28/waking-lazarus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 14:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[western]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bookquickies.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Oleh TL Hines
Diterjemahkan oleh Cahya Wiratama
Penerbit Bentang Yogyakarta, 2008
ISBN 9789791227438
387 halaman
Aku selalu tertarik dengan -entah itu- film ataupun buku bila judulnya ada kata Lazarus-nya. Istilah Lazarus sering muncul apabila seseorang kembali hidup sesudah resusitasi dianggap tidak berhasil lagi dan orang itu sudah dinyatakan mati. Istilah ini muncul dari cerita dalam Alkitab tentang Lazarus of Bethany [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bookquickies.wordpress.com&blog=1075859&post=125&subd=bookquickies&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-126" title="11626" src="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/01/11626.jpg?w=112&#038;h=177" border="0" alt="11626" hspace="9" vspace="9" width="112" height="177" />Oleh TL Hines<br />
Diterjemahkan oleh Cahya Wiratama<br />
Penerbit Bentang Yogyakarta, 2008<br />
ISBN 9789791227438<br />
387 halaman</p>
<p>Aku selalu tertarik dengan -entah itu- film ataupun buku bila judulnya ada kata <strong>Lazarus</strong>-nya. Istilah Lazarus sering muncul apabila seseorang kembali hidup sesudah resusitasi dianggap tidak berhasil lagi dan orang itu sudah dinyatakan mati. Istilah ini muncul dari cerita dalam Alkitab tentang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lazarus" target="_blank">Lazarus of Bethany</a> (sebuah kebetulan atau tidak, penerbit asli buku ini adalah <em>Bethany House Publisher</em>) yang bangun lagi dari kematiannya sesudah dikuburkan selama 4 hari. Jadi kata &#8220;<em>waking</em>&#8221; pada judul buku ini sebenarnya tidak perlu.</p>
<p>Buku ini adalah buku thriller (dengan pesan-pesan religius tersembunyi di sana-sini), dan sekali memulai membacanya, agak sulit berhenti, karena ceritanya berjalan cepat dan menegangkan. Bagian-bagian awal cerita dimulai dengan flashback ke 24 tahun sebelumnya, ketika <strong>Jude Allman</strong> meninggal (dan hidup kembali) untuk pertama kalinya, pada usia delapan tahun, karena tenggelam. Selanjutnya, flashback terjadi berselang-seling dengan masa kini. Pada usia 16 tahun, Jude meninggal lagi, kali ini karena disambar petir. Dan kali ketiga, pada usia 24 tahun, Jude mengalami hal yang sama ketika dirinya mati beku dalam perjalanan pulang ke rumah dari tempatnya kuliah. Kembalinya Jude dari kematian selalu diikuti dengan rasa tembaga di mulutnya, suatu sensasi yang di bawanya dari Sisi Lain. Sejak itu, rasa tembaga itu selalu mengingatkannya dengan kematian.</p>
<p>Sekarang, Jude Allman, atau sekarang menyamar sebagai <strong>Ron Gress</strong>, telah berada di <strong>Red Lodge</strong>, tempat yang berbeda dari tempat kelahirannya. Jauh dari semua yang mengenalnya, jauh dari hiruk-pikuk keselebritian yang ditimbulkan oleh ke-Lazarus-annya. Masa lalunya yang tidak menyenangkan, oleh otaknya ditutupi dengan banyak blackout, untuk memudahkan dirinya bisa hidup normal. Yah, senormal seorang Jude Allman bisa hidup. Ron Gress hidup sendirian di rumah yang dilengkapi dengan sistem pengamanan yang manual sampai modern, terkungkung dalam gangguan paranoid. Walaupun sudah mempunyai istri (<strong>Rachel</strong>) dan anak (<strong>Nathan</strong>), Ron memilih untuk menarik diri dari kehidupan orang lain, menyembunyikan rahasia masa lalunya dari orang lain, bahkan dari dirinya sendiri. Tidak mengizinkan orang untuk mengenalnya lebih dekat, dan melarang dirinya bersentuhan dengan orang lain, bahkan dengan bekas istrinya. Satu-satunya orang yang bisa disentuhnya hanya anaknya, walaupun dengan susah payah.</p>
<p>Ron bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah sekolah, bersama seseorang yang lain, bernama <strong>Frank</strong>, yang mempunyai pekerjaan sampingan lain di ruang bawah tanah di rumahnya. Frank sendiri menyebut pekerjaan sampingannya sebagai Pekerjaan Sejati. Pekerjaan apa itu, Ron tidak tahu dan tidak ingin tahu.</p>
<p>Sementara itu, daerah-daerah di sekitar Red Lodge dipenuhi dengan berita anak hilang. Dari titik-titik lokasi anak hilang yang dipetakan, kelihatannya sebentar lagi hal itu akan terjadi di Red Lodge. <strong>Mike Odum</strong>, kepala polisi di Red Lodge terus mengikuti perkembangan ini, merasa yakin bahwa kalau hal ini terjadi di kotanya, dirinya sudah siap. Odum merasa yakin bahwa dirinya mengerti pola dan cara berpikir penculik anak itu.</p>
<p>Pertemuan dan perkenalan pertama Ron dengan Odum adalah ketika Ron berada di dekat tempat kejadian tabrakan mobil di depan Red Lodge Cafe. Hari itu, Ron harus berbicara dengan <strong>Kristina</strong>, seseorang yang mengaku sekarat dan mengenali Ron sebagai Jude Allman. Ron menduga Kristina ingin tahu apa yang ada di Sisi Lain, seperti yang selalu ingin diketahui orang yang sudah mendekati kematian. Pada hari pertemuan itu, untuk pertama kali sesudah bertahun-tahun, Ron merasakan kembali sensasi rasa tembaga di mulutnya. Beberapa saat kemudian, seseorang tertabrak mobil di depan matanya. Bukan hanya itu, dengan menyentuh orang yang akan meninggal itu, dia bisa melihat kilasan kehidupan orang tersebut. Sejak peristiwa itu, Ron berubah dan banyak berpikir tentang kemampuannya, dan kaitannya dengan masa lalu yang telah dia coba untuk dilupakan. Kristina menyebut penglihatannya ini sebagai &#8220;gift&#8221;, sedangkan Rachel menganggap penglihatan dan sensasi rasa tembaganya itu sebagai gejala epilepsi.</p>
<p>Sampai sini, kita bisa menduga jalan cerita selanjutnya. Semua tokoh di atas akan saling terkait: terjadi penculikan anak di Red Lodge. Mudah ditebak, deh. Tetapi apakah tokoh pencuri anak ini adalah yang ada dalam pikiranmu saat ini? Hohoho, bukan. Tidak ada petunjuk sama sekali sampai suatu bab di dekat akhir, ketika kita tahu mobil apa yang dikendarai oleh sang penculik anak. Tuh, spoilernya :p</p>
<p>Endingnya? Aku kurang puas! Yah, happy end tentunya, tetapi terlalu sederhana untuk ukuran cerita yang dijalin dengan tegang seperti ini. Aku ingin lebih!</p>
<p>Selain itu banyak hal yang masih jadi pertanyaan atau terasa gak pas. Perubahan Ron yang paranoid dan tidak percaya pada siapa pun menjadi Ron yang percaya diri dan mau terbuka pada banyak orang (terutama Kristina) terjadi terlalu cepat. Juga mengapa pada satu saat Jude bisa mempunyai &#8220;penglihatan&#8221;, tetapi di saat lain dia tidak bisa (seperti pada saat menyentuh Nicole, sahabat Rachel?). Aku juga tidak puas dengan penjelasan tentang Kristina. Ada yang bisa menjelaskan dia siapa? Dan banyak lagi hal lain. Tetapi, dengan berbagai kekurangan itu, aku tetap saja memberi buku ini 4 bintang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Tony L Hines</em> sebelumnya adalah pemilik usaha periklanan, penulis artikel dan editor majalah, serta penulis buku nonfiksi. Buku ini adalah novel pertamanya. Buku ini sudah ditawarkannya pada banyak penerbit (kabarnya sih sampai lebih dari 80 agen), dan tidak ada yang tertarik. Akhirnya bab 1 buku ini dipasangnya di <a href="http://www.tlhines.com/blog/" target="_blank">blognya</a>, dan ternyata sebuah penerbit (Bethany yang kusebut-sebut di atas) tertarik dan menawarkan diri untuk menerbitkannya.</p>
<p>Hines ini sepertinya senang sekali bersosialisasi. Di situsnya, orang bisa bertanya apa saja tentang dirinya, bersedia ditelpon dan chatting dengan para librarian, penerbit, dan reading  groups. Yang mau jadi volunteer book publicist, dan dianggapnya sangat inovatif, akan menjadi tokoh dalam bukunya berikutnya. Apa itu yang dimaksud dengan volunteer book publicist? Hanya dengan menyebarkan berita tentang bukunya ini. Bisa dikatakan, tulisanku ini sudah masuk kategori volunteer publicist untuk Waking Lazarus. Nah, seratus top publicist akan dapat 10% royalti bukunya. Oya, omong-omong, Hines sangat menyukai karya<em> Stephen King</em>, terutama<strong> It</strong>. Yap, menurutku It adalah buku terbaik Stephen King, walau solusi menghilangkan monster di masa kecil tokoh-tokoh dalam buku itu agak-agak&#8230; er&#8230;. gitu deh.</p>
<p>Ide untuk buku ini diperoleh Hines dari pengalamannya sendiri ketika dirinya terjatuh ke dalam danau di musim dingin saat sedang memancing ikan bersama pamannya. Hines juga pernah menjadi petugas kebersihan di Universitas Montana, dan salah satu tugasnya adalah membersihkan ruangan tempat cadaver disimpan.</p>
<p>Penerjemahan buku ini cukup bagus, sayang sang penerjemah merasa sangat perlu untuk memberikan catatan kaki yang tidak perlu, mengenai konversi suhu dari Fahrenheit ke Celcius yang diulang-ulang (padahal kan cukup sekali), sampai penjelasan istilah media yang kadang kurang tepat (mis. hyperventilate).</p>
<p>Oya, tentang covernya, cowok yang digambarkan sebagai si Lazarus ini kok keren bener ya, hihihi. Kalau ada petugas kebersihan seperti ini, sepertinya murid-murid perempuan sekolah itu akan lebih sering berada di koridor yang sedang dilap oleh Ron.</p>
<p>Cover buku, seperti yang kamu lihat dari watermark-nya, diambil dari situs toko buku online <a href="http://www.bukukita.com" target="_blank">Bukukita</a>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bookquickies.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bookquickies.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bookquickies.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bookquickies.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bookquickies.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bookquickies.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bookquickies.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bookquickies.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bookquickies.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bookquickies.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bookquickies.wordpress.com&blog=1075859&post=125&subd=bookquickies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/28/waking-lazarus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca2609d2489ee6ffd8cb579b5997db08?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/01/11626.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">11626</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Black Magician Trilogy 1: The Magician&#8217;s Guild (Persekutuan Penyihir)</title>
		<link>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/04/the-black-magician-trilogy-1-the-magicians-guild-persekutuan-penyihir/</link>
		<comments>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/04/the-black-magician-trilogy-1-the-magicians-guild-persekutuan-penyihir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 15:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
				<category><![CDATA[western]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bookquickies.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[oleh Trudi Canavan
Diterjemahkan oleh Maria M. Lubis
Mizan Pustaka, Bandung, 2008
ISBN 9789794335239
614 halaman
Teman-teman bilang buku ini kurang asyik sebagai cerita fantasi, bahkan penerjemahnya sendiri kurang antusias (walau dia mengatakan buku 2-nya akan lebih asyik). Tetapi aku kan orangnya suka penasaran, daripada nanti habis mati terus gentayangan, maka seri ini aku beli. Kalau ternyata kurang bagus, tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bookquickies.wordpress.com&blog=1075859&post=119&subd=bookquickies&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-120" title="magicians_guild" src="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/01/magicians_guild.jpg?w=190&#038;h=300" border="0" alt="magicians_guild" hspace="9" vspace="9" width="190" height="300" />oleh Trudi Canavan<br />
Diterjemahkan oleh Maria M. Lubis<br />
Mizan Pustaka, Bandung, 2008<br />
ISBN 9789794335239<br />
614 halaman</p>
<p>Teman-teman bilang buku ini kurang asyik sebagai cerita fantasi, bahkan penerjemahnya sendiri kurang antusias (walau dia mengatakan buku 2-nya akan lebih asyik). Tetapi aku kan orangnya suka penasaran, daripada nanti habis mati terus gentayangan, maka seri ini aku beli. Kalau ternyata kurang bagus, tidak dilanjutkan membacanya. Ternyata, eh, ternyata, belum lagi buku ini dibaca, buku 2-nya keluar, dan dengan suksesnya menjadi hadiah ulang tahunku hihihi&#8230;. Berarti memang ditakdirkan untuk membaca serial ini. Trilogi tentang penyihir ya. Hmm&#8230; sesudah <a href="http://bookquickies.wordpress.com/2006/03/03/the-bartimaeus-trilogy-1-the-amulet-of-samarkand/" target="_blank">Trilogi Bartimaeus</a>, rasanya akan sulit menemukan serial yang bisa menyamai kedahsyatan plot dan ending-nya.</p>
<p><strong>Sonea</strong> sekarang adalah seorang gadis muda penduduk Lingkaran Luar di kota <strong>Imardin</strong>, ibukota Kyralia. Di kota ini, terdapat kesenjangan jelas antara rakyat jelata dan kaum kaya yang tinggal di Wisma di Lingkaran Dalam. Orang-orang kaya ini ingin jalanan di Lingkaran Dalam dihuni hanya oleh mereka, tanpa perlu melihat gerombolan miskin, pengemis, gelandangan, dan pencuri. Keinginan mereka ini didukung oleh Raja, dan karena ricuhnya jalanan akibat kehendak Raja ini, Raja meminta bantuan <strong>Persekutuan Penyihir</strong>, yang hanya tunduk kepada perintah Raja. Pengusiran rakyat jelata ini disebut <strong>Pembersihan Kota</strong>.</p>
<p>Seperti biasanya pada daerah yang terepresi, rakyat jelata ini memberontak dengan melakukan serangan-serangan kecil a la gerilyawan. Kelompok <strong>Harrin</strong> dan <strong>Cery</strong> adalah salah satunya. Sonea mengenal mereka waktu dirinya masih lebih kecil dan masih suka berbuat onar. Keahlian membuka kunci dan mencuri diperolehnya dari Cery, yang oleh teman-temannya selalu dianggap sebagai teman <strong>Kaum Pencuri</strong>, gerombolan bawah tanah yang berkuasa di Lingkaran Luar.</p>
<p>Suatu hari, Sonea, yang sudah melepaskan diri dari kegiatan subversif dan memilih membantu paman dan bibinya berdagang, terpaksa meninggalkan rumah mereka atas perintah Raja. Terjebak dalam aksi perlawanan kelompok Harrin dan Cery terhadap kaum Penyihir, membuat kemarahan Sonea karena kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan membuatnya melemparkan batu dengan sekuat tenaga ke arah kelompok penyihir yang berdiri dengan aman di balik perisai sihir transparan yang melindungi mereka. Tidak terduga, batu itu mampu menembus perisai dan melukai salah satu penyihir, yaitu <strong>Lord Fergun</strong>. <strong>Lord Rothen</strong>, salah satu penyihir senior menatap Sonea dan mengerti bahwa yang dilakukan Sonea adalah sihir, walaupun jelas Sonea sendiri tidak menyadarinya. Sebelum sempat dicegah oleh para penyihir, Sonea sudah melarikan diri, disembunyikan oleh teman-temannya.</p>
<p>Keberadaan seorang penyihir di kalangan rakyat jelata dianggap mustahil, karena sebagian beranggapan bahwa pada seseorang yang diduga berbakat sihir, kekuatan sihir harus dilepaskan oleh penyihir senior (kok kayak tenaga dalam aja yah), walaupun ada preseden sebelumnya bahwa ada beberapa siswa (yang tentu saja semuanya berasal dari Wisma-wisma orang kaya) yang mempunyai bakat alami dan sudah mampu mengeluarkan sihir sebelum diajarkan. Bagi mereka diajarkan Pengendalian, agar tidak membahayakan diri mereka sendiri dan orang lain. Sebagian penyihir yakin bahwa Sonea memang berbakat alami, walau mereka tidak bisa menerima bahwa seorang miskin bisa menjadi penyihir. Sebagian lagi beranggapan bahwa Sonea diajari oleh seorang penyihir yang berkhianat dan tinggal di pemukiman kumuh. Semua tidak akan bisa terjawab sampai Sonea ditemukan. Bahkan kalau Sonea ditemukan sekali pun, ada masalah apakah sesudah dia diajari Pengendalian, dia akan diajari ilmu sihir dan tinggal dengan Persekutuan Penyihir? Perbedaan derajat membuat mereka tidak sanggup membayangkan adanya orang miskin di tengah mereka. Kemudian, siapa yang membimbingnya? Apakah Lord Rothen atau Lord Fergun? Penyihir yang pertama mengetahui kemampuan sihir seseorang berhak mengklaim proses pembimbingan. Sesudah itu, apakah sesudah susah-susah ditangkap, kemampuan sihir Sonea harus dibekukan, kemudian Sonea dikembalikan ke tempat kumuh?</p>
<p>Pimpinan pencarian diserahkan pada Lord Rothen, yang sabar dan bijaksana, dibantu oleh <strong>Lord Dannyl</strong>, bekas muridnya yang masih bujangan dan lebih emosional. Usaha pencarian yang sulit, karena kaum penyihir dibenci oleh orang-orang Lingkaran Luar, sehingga mereka harus menyamar. Lord Dannyl bahkan meminta bantuan Kaum Pencuri, yang tidak takut pada siapa pun, dan bersifat netral, selama kekuasaan mereka atas dunia bawah tanah tidak diganggu-gugat.</p>
<p>Proses kejar-kejaran Sonea dan para penyihir ini menyita banyak halaman, sampai lebih dari separo buku. Agak berkepanjangan memang. Untungnya membacanya tidak secapek membaca <strong>Eragon</strong> yang berpiknik kesana kemari ke seluruh penjuru negeri tanpa maksud yang jelas, kecuali memperpanjang cerita sekaligus memperpanjang waktu belajar main pedang. Sisa buku bercerita tentang segala hal yang dipertanyakan di dua paragraf sebelum ini. Di sini akan kelihatan siapa yang berhati hitam, siapa yang berhati putih di kalangan Persekutuan Penyihir. Aku bahkan jadi suka pada salah satu penyihir ini, siapakah dia? Hihihi&#8230;</p>
<p>Apakah ada campur tangan Kaum Pencuri serta gerombolan Harrin dan Cery di separo akhir buku? Tidak banyak, namun kiprah Cery cukup banyak, walau sebagian besar waktunya dihabiskannya mendekam terkunci di bawah tanah. Aku curiga di buku selanjutnya, Cery ini sebenarnya more than meets the eye. Kita lihat saja nanti. Buku 1 ini diakhiri dengan sebuah pertanyaan tidak terjawab tentang Sang Ketua Tertinggi, <strong>Akkarin</strong>, yang mempunyai kemampuan jauh lebih tinggi dari penyihir yang lain.</p>
<p><a href="http://www.trudicanavan.com/" target="_blank">Trudi Canavan</a> mengatakan bahwa dia mendapat ide awal cerita ini dari mimpi, yang dia tuliskan pagi-pagi ketika bangun. Tadinya dia menganggap ini lucu, tetapi kemudian ternyata itu menjadi awal dari sebuah trilogi.</p>
<p>Secara keseluruhan, menurutku ini serial yang layak baca. Aku beri 4 bintang dari 5 untuk buku ini.</p>
<p>Satu hal yang agak mengganggu, penerjemahannya cukup enak dibaca, cuma kadang terdapat ketidakkonsistenan istilah di sepanjang buku. Di bagian akhir juga ada Daftar Istilah, yang sebagian besar tidak ada di dalam buku. Entah istilah itu diterjemahkan di dalam bukunya, atau memang daftar istilah itu dimaksudkan untuk buku selanjutnya juga. Emm&#8230; gak mungkin, ya? Juga banyak kesalahan seperti penyebutan &#8220;Dannyl&#8221;, padahal harusnya &#8220;Fergun&#8221;, atau penyebutan &#8220;segiempat&#8221; untuk gambar di peta, padahal di peta bentuknya &#8220;bulat&#8221;, dan beberapa contoh lain yang mirip-mirip seperti itu. Entah penulisnya yang alpa, atau editornya yang tidak jeli.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bookquickies.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bookquickies.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bookquickies.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bookquickies.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bookquickies.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bookquickies.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bookquickies.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bookquickies.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bookquickies.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bookquickies.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bookquickies.wordpress.com&blog=1075859&post=119&subd=bookquickies&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bookquickies.wordpress.com/2009/01/04/the-black-magician-trilogy-1-the-magicians-guild-persekutuan-penyihir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca2609d2489ee6ffd8cb579b5997db08?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bookquickies.files.wordpress.com/2009/01/magicians_guild.jpg?w=190" medium="image">
			<media:title type="html">magicians_guild</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>