Monster Mission

Eva Ibbotson
Diterjemahkan menjadi Misi Monster
Penerjemah Poppy Damayanti
Gramedia, Jakarta, 2005
ISBN 979 22 1627 8
312 halaman

Membaca buku satu ini benar-benar melelahkan. Untuk ukuran buku setipis ini (tulisannya besar-besar, lo), aku butuh sebulan baru selesai. Tapi itu mungkin juga karena aku sekaligus membaca buku-buku yang lainnya (kemaruk hehehe…).

Gambar depannya tidak begitu menarik, aku membeli buku ini hanya karena ada nama Eva Ibbotson di depan. Eva Ibbotson adalah penulis cerita anak kelahiran Austria (sekarang tinggal di Inggris). Bukunya yang paling kusuka adalah Which Witch? (diterjemahkan dan diterbitkan oleh Gramedia dengan judul Penyihir Mencari Istri), kocak banget!

Cerita dimulai dengan usaha 3 orang bibi, yaitu Bibi Etta, Bibi Coral, dan Bibi Myrtle, untuk menculik masing-masing 1 anak, untuk disiapkan menjadi “ahli waris” pulau mereka yang terpencil beserta hewan-hewan berbagai jenis yang ada di pulau tersebut. Usaha ini tercetus gara-gara mereka menonton TV (entah dari mana dapet sinyalnya, kan terpencil) dan melihat berbagai peristiwa buruk yang terjadi pada bumi, serta kepunahan berbagai flora dan fauna, penebangan hutan, pencemaran laut, dan macam-macam lagi. Mereka kuatir pulau berserta hewan-hewan langka yang mereka pelihara, dan mungkin juga diri mereka sendiri, akan segera punah. Hmm, belum-belum kisahnya sudah serasa menggurui. Baru awalnya saja, aku sudah yakin buku ini tidak akan seasik buku-buku Eva Ibbotson lainnya.

Bibi Etta berhasil menculik Minette, anak yang kesepian dari pasangan Danby yang sudah bercerai, yang merasa lelah harus bolak-balik berpindah-pindah tempat tinggal, kadang ikut ayahnya, kadang ikut ibunya. Bibi Coral menculik Fabio, anak laki-laki dari ayah berkebangsaan Inggris dan ibu dari Amerika Selatan. Ketika ayahnya meninggal, sesuai wasiat ayahnya, ia harus tinggal bersama kakek-nenek dari pihak ayahnya di Inggris, dan dididik dengan keras untuk menjadi pria Inggris yang terhormat. Sementara itu, Bibi Myrtle “terpaksa” menculik Lambert, putra tunggal Mr Sprott yang kaya raya.

Sesampai di pulau, Minette dan Fabio dengan segera menyesuaikan diri. Setelah merasa sebal beberapa saat gara-gara diculik dan kemudian diharuskan bekerja keras mengurus pulau dan hewan-hewan sakit dan sehat (kambing, sapi, ayam, itik, anjing laut, burung puffin, ubur-ubur, belut, dan lain-lain) di pulau, mereka kemudian mulai merasa kerasan, sehingga para bibi akhirnya menganggap mereka siap diperkenalkan pada hewan-hewan yang “tidak biasa”.

Ada Ursula, Queenie, Loreen, Oona, Walter, para putri dan putra duyung yang datang ke pulau minta tolong setelah terjebak lapisan minyak di laut lepas. Ada Herbert dan ibunya, mereka adalah selkie, anjing laut yang dianggap sebagai penjelmaan manusia: mereka akan berubah menjadi manusia bila ditusuk dengan pisau, atau kembali menjadi anjing laut bila mendapat 7 tetes air mata di bawah sinar bulan. Kemudian juga burung boobrie yang hampir bertelur, tapi telurnya macet. Suami burung ini sangat pelupa dan sudah lama pergi meninggalkan istrinya. Kemudian ada Ethelgonda, hantu wanita pertapa yang baik hati penjaga pulau (Fabio berkata, “Kukira orang-orang baik tidak menjadi hantu.”) Juga ada cacing stoor, naga tanpa sayap berbadan panjang (“sepanjang kereta api”) dari Islandia yang suka memikirkan hal-hal prinsipil seperti “kemana perginya hari kemarin?” dan nafasnya sangat bau sehingga harus terus mengulum permen peppermint.

Bagaimana dengan Lambert? Anak manja ini terus berteriak-teriak meminta ponselnya, mengancam akan melaporkan mereka ke polisi, mengharapkan mereka semua “terbujur mati dalam genangan darah mereka sendiri”, melempar-lempar makanan yang disediakan Art (koki, yang dulunya adalah pembunuh), tidak mau membantu yang lain membereskan pulau, dan histeris melihat makhluk-makhluk langka.

Sementara itu di London, akhirnya para orang tua, kakek-nenek, dan ayah menyadari bahwa anak/cucu mereka hilang, dan menurut keterangan yang diperoleh polisi, kelihatannya segerombolan bibi berwajah mengerikan yang menculik mereka. Hebohlah London, Perburuan Bibi dimulai. Orang-orang muali merasa melihat para bibi pembunuh di mana-mana. Seorang bibi yang mencoba mengusir lebah yang mencoba menyengat seorang bayi ditangkap karena dilaporkan berusaha “menusuk bayi dengan jarum rajut raksasa”. Seorang bibi lain yang sedang mengajari keponakannya cara menendang bola ditangkap polisi gara-gara oleh saksi mata terlihat “menendangi kepala anak laki-laki yang tergeletak di rumput”. Parlemen meminta adanya jam malam untuk para bibi. Surat kabar menuntut para bibi dipasangi alat elektronik.

Mr Sprott yang serakah dan kaya raya berusaha mencari anaknya sendiri dengan bantuan kapal besarnya. Hal ini bertepatan dengan kedatangan makhluk yang luar biasa ke pulau, seekor kraken beserta anaknya. Kraken adalah makhluk “ancient” yang berenang keliling dunia memelihara lautan dan seisinya dari kerusakan. Nyanyiannya, Senandung Agung, mampu menentramkan hati yang mendengarnya, dan mengurungkan niat para perusak laut.

Apakah Mr Sprott berhasil menemukan pulau terpencil tersebut? Perjalanan Mr Sprott menjadi kisah tersendiri yang kocak *grin* Apakah yang akan dilakukan Mr Sprott kalau melihat banyaknya hewan langka di pulau? Apa yang terjadi pada para bibi, Minette, dan Fabio? Bagaimana nasib kraken dan anaknya?

Berbeda dengan Roald Dahl, buku-buku Eva Ibbotson selalu berakhir dengan happy ending, bahkan kadang termasuk untuk tokoh jahatnya. Buku ini, ujungnya bisa ditebak. Walau aku tidak menyarankan untuk membeli buku ini, karena ceritanya biasa banget, tetapi untuk dibaca cukup lucu, kok, khas humor Eva Ibbotson, yang mengolok-olok prasangka dan keegoisan manusia.

Advertisements

11 thoughts on “Monster Mission

  1. haii min, hobi sama buku2 eva juga ya! iya aku juga suka penyihir mencari istri, kocak ya! hihihi. kalo yg monster mission aku blum baca seh. btw km skrg lg baca buku apa neh? aku lagi baca nobody’s fool nya marten claridge, buku kuno seh, kebetulan juga nemu di rak buku bokap hihihi. btw emang ebook narnia ada ya? km baca di situs apa? have a nice day. selamat membaca! =)

  2. hi kris šŸ™‚
    ho-oh tuh, penyihir mencari istri paling lucu. siapa itu ya namanya penyihir tua yang kalo gugup berubah menjadi meja kopi? aku juga suka tokoh hewan berkepala tiga yang bisa melihat pewaris Arriman yang sebenarnya. dan siapa yang tidak jatuh cinta pada Terence?

    aku sekarang lagi baca Perpustakaan Ajaib Bibi Bokken, Across the Nightingale Floor, dan The Tree of Hands. belum ada yang selesai hehehe…

    ebook narnia ada. mau dikirimin? emailmu addmu apa?

  3. “across the nightingale floor” bagus tuh! buku pertamanya paling bagus dr kesemua trilogi. buku ibbotson aku baru baca “journey to the river sea”. menurut mina, dr gaya penyampaian ceritanya, luwesan mana sama allende?

  4. iya, temen2 memang bilang, buku lanjutannya Klan Otori sudah tidak sebagus yang pertama. tapi, penasaran juga sih. < -- gak mau belajar dari pegalaman orang laen :D membandingkan ibbotson dengan allende? aduh, aku belum pernah baca Allende sih, rey.

  5. setuju banget… klan otori yang bagus tuh di pertamanya. Di buku kedua, duhhh dah ketebak gitu deh ceritanya, jadi gak seru lagi, hiks.. hiks..

    Hehehe, aku juga suka Eva Ibbotson, ceritanya asik tuh semua.

    Aku suka banget yang Ghost to the Rescue, yang mau menyelamatkan para hantu. Lucu banget, sampai bela-belain pergi ke london gitu menemui anggota parlemen, ihihihihihi

  6. kayanya seru deh, terakhir baru baca which witch.. kalau roald dahl dulu ngikutin semuanya, sekarang dah nggak sempat :(, eh, buku2 dia (dahl) yang untuk dewasa dah baca? bagus nggak ya?

  7. @natnat:
    yepp, bahkan my sis mengusulkan untuk brenti saja beli Ibbotson. katanya sudah cukup, habis baca Which Witch, gak ada lagi yang bagus.

    @hengky:
    gak seseru Which Witch deh…. bosen rasanya Monster Mission ini, rada berkepanjangan.
    sebenarnya bingung juga nentuin mana buku Dahl untuk dewasa, mana untuk anak2 šŸ˜€ karena kok cerita2 Dahl semuanya agak twisted, walau I am not against Dahl for kids. aku baca buku2 “aneh” sejak kecil, besarnya kok baik2 saja? šŸ˜€
    singkatnya, semua buku Dahl bagus. sudah baca cerpen2nya yang di Tales of the Unexpected? aku suka banget šŸ™‚
    btw, tokoh2 di Dahl memorable semua, tapi dari semua itu, yang paling favorit adalah the one and only, Henry Sugar. 

    Posted by mina

  8. Hehehe.. gua sih termasuk yg demen ma cerita yg atu ini šŸ˜€ Ngga ngerti juga kenapa, tapi suka aja ama “Monster Mission” ini.. mungkin krn pendeskripsian tempat tinggal si para bibi kali yaa, kayanya enak aja githu tinggal di sana.. tenang en deket laut pulaa.. blm lagi binatang2nya yg rada aneh2.

    Novel2 Eva Ibbotson yg udah diterbitin ma Gramed, gua suka semuanya šŸ™‚

    Btw, salam kenal yaa :D 

    Posted by Indah

  9. hai..pernah melihat which witch lagi?
    i’m looking for this book
    tapi susahnyaaaa…
    mohon bantuan ya kalo ada yg pernah lihat di toko buku mana
    trimaksi šŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s