Harry dan Geng Keriput

oleh Alan Temperley
Diterjemahkan dari judul asli Harry and the Wrinklies
Penerjemah Hidayat Saleh
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2008
ISBN 9789792237610
333 halaman

Apa yang membuatku membeli buku ini? Tentu saja covernya, yang dilukis dengan indah dan kekanak-kanakan, dengan warna-warna cerah. Padahal sejak serial Harry Potter, setiap buku dengan judul yang memuat kata “Harry” di depannya selalu kuacuhkan. Ternyata ceritanya sendiri menarik, sebuah cerita untuk young teens, yang sejalur dengan cerita yang ditulis oleh Roald Dahl, dimana segala sesuatu tidak digambarkan secara kontras hitam dan putih, sangat manusiawi: anak yang baik bisa saja melakukan kejahatan, orang jahat bisa saja suatu saat berbuat baik.

Eugene Augustus Montgomery Harold Barton, atau biasa dipanggil Harry Barton, adalah anak tunggal dari pasangan Hon. Augustus dan Lady Barton yang kaya-raya. Harry merasa hidupnya sangat merana. Yah, seperti yang selalu diceritakan terjadi pada anak orang kaya yang terlalu sibuk. Bedanya, kalau biasanya para anak orang kaya itu punya banyak uang dan waktu di tangan mereka, maka Harry Barton merasa seperti anak tersibuk dan termiskin di dunia. Di rumahnya sendiri, dia dijadikan pembantu oleh pengasuhnya, Lavinia McScrew, yang berpenampilan sopan, apik dan mahal, tetapi kejam kalau orang tua Harry sedang pesiar. Ya, Gestapo Lil adalah julukan yang sangat tepat untuknya.

Dan suatu hari, Harry benar-benar menjadi orang termiskin di dunia. Orang tuanya dikabarkan meninggal dalam keadaan bangkrut, dan seluruh harta warisan akan digunakan untuk menutupi semua hutang orang tuanya. Harry harus pindah ke rumah bibi-bibinya yang tua, Bibi Florrie dan Bibi Bridget, di Lagg Hall. Harry sedikit lega harus berpisah dengan Gestapo Lil, tetapi begitu melihat penampilan dan tingkah laku kedua bibinya, dirinya menjadi ragu. Bibi-bibi yang aneh dan kelihatan menyebalkan. Seorang wanita tinggi yang memakai topi lebar sehingga membuat dirinya nampak seperti sebuah lampu, dan seorang wanita gemuk pendek berpakaian norak dan memakai make-up serampangan. Mereka mengendarai Mercedes penyok dan kusam, yang batuk-batuk saat dinyalakan. Yang berubah menjadi mobil balap bermesin ganda yang melaju sampai kecepatan 230 km/jam di landasan pesawat terbang, pada saat tidak ada orang yang melihat mereka. Ketika akhirnya Harry sampai di Lagg Hall, berkenalan dengan penghuni Lagg Hall lainnya, seperti Mrs. Good si pengurus rumah yang masakannya sangat lezat, Nutty si tukang kebun dan tukang reparasi, Dotty sang pemanjat, Huggy sang pegulat, Fingers si ahli kunci, Angel si pelukis, Max si laki-laki dengan seribu wajah, dan Tangle, seekor anjing mongrel berbulu kusut yang langsung menempel pada Harry; serta melihat lingkungan di sekitar Lagg Hall yang menyenangkan, Harry merasa bahwa ternyata tinggal di Lagg Hall tidaklah buruk.

Sampai kemudian Harry mendengar sebuah rahasia yang disembunyikan rapat-rapat di Lagg Hall. Ditambah lagi dengan kemunculan seseorang yang sangat dibencinya, yang bersekutu dengan Hakim Percival Bonaparte Priestly, pemilik Felon Grange. Siapakah semua orang yang ada di sekitarnya itu sebenarnya? Siapa yang baik, siapa yang jahat?

Sedikit spoiler, cerita ini mengingatkan kita pada kisah Robin Hood, dan pertentangan pendapat apakah apa yang dilakukannya sebenarnya salah atau benar.

Buku ini ternyata telah difilmkan dalam bentuk serial TV di luar negeri pada tahun 1999.

Aku suka sekali buku ini. Tidak sabar menunggu kelanjutannya di Harry and the Treasure of Eddie Carver.

Buku ini juga telah direview oleh:

Advertisements

One thought on “Harry dan Geng Keriput

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s