Aquanus: Benua Ketujuh

oleh Benny Julianto, Arief Hargono, Dwi Aspitono, Nico Jeremia
Penerbit Neo Paradigm & Metha Studio, 2008
ISBN 9789791563611
103 halaman

Sebelum masuk ke ceritanya, dan sebelum aku lupa, aku mau menyampaikan uneg-uneg mengenai subjudulnya. Di judul tulisan ini kutulis subjudulnya “Benua Ketujuh”, tapi di cover aslinya tertulis: “Benua Ke Tujuh”. Seolah-olah si Benua pergi ke suatu tempat bernama Tujuh, bukan? Mohon diedit pada cetakan berikutnya 🙂

Aquanus adalah salah satu tokoh superhero dalam komik Indonesia. Waktu kecil, aku suka membaca sisa-sisa komik jaman dulu punya my mom dan my uncles. Yang aku masih ingat adalah Sri Asih (RA Kosasih), Cempaka (RA Kosasih), dan Gundala (Hasmi). Terus terang, baru sekarang pernah mendengar nama Aquanus. Satu-satunya karakter yang sering berada di air yang kukenal cuma Deni Manusia Ikan hihihi. Agak-agak ragu juga sih, karena aku bukan pembaca komik superhero (karena karakternya yang terlalu hitam-putih), tapi karena dulu aku lumayan suka Gundala (katanya Aquanus bersahabat sama Gundala), harapannya yang ini lumayan bagus, lah.

Aquanus, seperti tokoh superhero biasanya, berasal dari luar angkasa, dari sebuah planet bernama Zyba, namun dibesarkan di bumi. Menurut Wikipedia, ketika terjadi penyerangan musuh ke planet Zyba, Aquanus, yang merupakan putra angkat raja Sving yang masih bayi dilarikan dengan sebuah roket ke luar angkasa. Roket itu jatuh ke lautan di planet bumi. Keluarga pemburu ikan paus memelihara anak itu yang dinamai Dhanus itu. (Di komik Aquanus, dikatakan nama aslinya adalah Padua, dari marga Nus. Karena waktu muda dia disebut Dha, maka namanya menjadi Dhanus). Tokoh ini diciptakan oleh almarhum Wid NS (Widodo Nur Slamet), yang terkenal dengan superhero ciptaannya yang lain, yaitu Godam. Keempat penulis dan ilustrator di atas mencoba meneruskan dan menafsir ulang Aquanus dalam komik ini.

Apa kehebatan Aquanus? Dia mampu hidup di laut dalam dan bernafas di bawah air. Bisa dilihat dari bajunya yang bersisik di bagian samping (jadi ingat Si Buta dari Gua Hantu). Dia juga mampu menembakkan energi berwarna pelangi dari sabuknya. Kabarnya, sabuk ini adalah pemberian dari seseorang dari Zyba yang ditolongnya.

Dalam komik ini, Aquanus tinggal di bumi, di sebuah “dunia dalam” yang disebut Seb (Benua Ketujuh) yang berada di bawah samudera. Seb terdiri dari Humuna-shim yang didiami ras Arhumun (kelompok baik) dan Bimbis-shim yang didiami ras Raky-ana (kelompok jahat). Pintu masuk Humuna-shim terletak di sebuah pulau bernama Pulau Selikur, sebuah pulau kecil di Samudera Hindia, 5 mil di selatan pulau Jawa. Aquanus menjadi pemimpin Humuna-shim, bersama 4 tokoh superhero lain, yaitu Runlui Daun, yang mempunyai kemampuan memberikan charging energi pada tokoh-tokoh lainnya; Pagua Daun, saudara laki-laki Runlui, sang ilmuwan dan teknisi di Humuna-shim; Natea, aku tidak tahu apa kelebihannya dibanding yang lain; dan Jamamua, tokoh superhero berbadan besar (tapi tidak bodoh) yang biasanya ada di komik-komik liga superhero.

Seperti biasanya komik superhero, selalu berkisar tentang si tokoh jahat menyerang si tokoh baik. Ras Raky-ana, dipimpin oleh Jenderal Rahkian Jah, bermaksud mengambil batu energi yang terletak di tengah-tengah Humuna-shim, batu yang berfungsi sebagai generator energi, sangat mirip dengan energi alam planet Zyba, yang digunakan untuk kelangsungan hidup di Humuna-shim, sekaligus sebagai pemberi energi untuk tabir perisai energi yang mengelilingi Humuna-shim. Serangan mereka dibantu oleh sebuah meriam produksi Enercost, sebuah perusahaan yang mempunyai kantor pusat di Jogjakarta. Ya, Jogjakarta memproduksi meriam :p Entah kenapa makhluk luar angkasa memerlukan senjata “tingkat-rendah” buatan manusia. Sebagai imbalannya (mungkin karena mereka tidak punya alat pertukaran yang sama hehehe), Rahkian Jah memberikan semua teknologi perang mereka yang paling mutakhir. Mmm, ras satu ini sepertinya agak bodoh ya. Tetapi, seperti yang sudah bisa diduga, serangan ini gagal (la iya lah), dan Rahkian Jah datang ke Jogja untuk menggampar pemilik Enercost. Dari sini mulai menarik, karena mulai ada ceritanya. Hmm… dari segi cerita, boleh lah, walau bisa ditebak.

Buku ini dibuat full-colour dari awal sampai akhir, pantes harganya 30-ribuan untuk buku setipis itu. Aku senang warna-warnanya yang cerah. Sayang karakterisasi wajahnya memang tidak ada yang bisa mengalahkan pembuat manga Jepang, yang hanya dengan coretan sedikit, jelas betul apa perasaan yang dia tampilkan. Apalagi komik ini digambar oleh 4 orang, tidak heran kadang wajahnya di halaman yang satu nampak flat, di satunya lagi kelihatan berkarakter. Kusangka dalam membuat komik itu, yang menggambar hanya satu orang, sedangkan yang lain hanya membantu memberi shading atau warna. Dan, kenapa oh kenapa, dalam semua komik superhero, cewek-ceweknya dadanya harus berukuran raksasa, dan kalau lagi tidak memakai baju superheronya dan tampil dalam pakaian preman, gambar-gambarnya penuh dengan dada?

Oya, ada sekilas penggambaran kota Jogja di sini. Senangnyaaaa… 🙂 edikit heran, ya, kalau tokoh-tokoh superheronya muncul di Jogja dalam pakaian preman, kenapa Rahkian Jah muncul dalam kostum ruang angkasanya?

Buku dijilid dalam ukuran besar seperti graphic novel. Sayang jilidannya kurang kuat, sudah lepas-lepas saja, nih. Di bagian akhir, ada 2 halaman tentang desain karakter, membuat newbie untuk Aquanus seperti saya jadi lebih mengerti. Juga dijelaskan perubahan bentuk dan desain kostum dari desain asli Wid NS.

Sebuah tambahan pada kekayaan komik Indonesia. Tapi saya tidak kepingin membaca petualangan Aquanus lainnya. Tapi jadi kangen kepingin baca Gundala dan Cempaka lagi, apakah juga akan diterbitkan ulang? Yah, paling tidak Cempaka, lah, karena dia bukan superhero dan ceritanya di alam bebas (Cempaka = Tarzan wanita).

Advertisements

3 thoughts on “Aquanus: Benua Ketujuh

  1. wew…bagus juga nih… 🙂
    asik..2x..kirimin satu dum pak… hehe 😀 V
    eh yang anak petir itu si gundala bukan ia?? lupa saya….

    btw lam kenal ya pak… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s