Twilight

oleh Stephenie Meyer
Diterjemahkan oleh Lily Devita Sari
Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2008
ISBN 978792236026
518 halaman

Buku ini kubaca karena gembar-gembor buku keempatnya, Breaking Dawn, yang baru dirilis 2 Agustus 2008 ini dan laku terjual 1,3 juta kopi pada hari pertamanya. Yah, walau kalau dibanding Harry Potter 7 yang terjual 8,3 juta kopi pada hari pertama, gak ada apa-apanya sih. Cuma Harry Potter membutuhkan 7 seri untuk membangun kerajaan superfans sebesar itu, dengan ide cerita yang orisinil, sedangkan keluarga Swan dan Cullen (keluarga yang diceritakan dalam buku ini) hanya memerlukan 4 buku,dengan ide dasar cerita yang menurutku tidak begitu orisinil. Setidak-tidaknya begitu bagiku yang baru membaca buku pertamanya. Tetapi mungkin cerita tentang vampir memang selalu menarik perhatian. Serial ini terdiri dari 4 buku: Twilight, New Moon, Eclipse, dan Breaking Dawn. Baru dua yang pertama yang diterjemahkan. Kalau tidak salah, terjemahan Eclipse sebentar lagi akan diterbitkan.

Ya, Twilight adalah cerita tentang keluarga vampir. Drakula, kalau aku menyebutnya, karena vampir paling kukenal adalah Count Dracula-nya Stoker. Atau Darahkula (my mom’s joke waktu aku kecil). Atau Ndorokulo (ini joke dalam majalah horor jadul, Senang). Karena ini cerita tentang vampir dan manusia, apalagi kalau bukan cerita seorang tokoh utama perempuan yang jatuh cinta pada seorang vampir, yang, tentu saja, selalu tampan. Lalu apa bedanya dengan buku vampir yang lain?

Twilight memberikan beberapa sentuhan baru untuk vampirnya. Vampir dalam Twilight adalah sebuah keluarga yang tinggal di dalam hutan di Forks, desa beriklim dingin sepanjang tahun, keluarga Cullen. Dr. Carlisle Cullen, ahli bedah muda yang jenius. Esme Cullen, istri Carlisle. Anak-anak angkat mereka: Emmett Cullen, besar berotot seperti atlet angkat besi, berambut gelap; Rosalie Hale, tinggi, langsing, dengan rambut keemasan; Jasper Hale, tinggi dan berotot, juga berambut keemasan; Edward Cullen, langsing, dengan rambut warna perunggu; dan Alice Cullen, kecil, lincah, berambut hitam pendek. Mereka adalah jenis vampir yang mencoba melawan kodratnya meminum darah manusia. Jenis vampir yang berusaha hidup bersama manusia, dengan terus-menerus menekan hasrat mereka untuk melompat ke tengah kerumunan dan bersenang-senang. Tidak semua vampir setuju dengan pendapat ini, tentunya. Seperti biasanya para vampir, mereka adalah rombongan makhluk yang elegan dan indah. Satu senyum dari mereka, kau akan mengikuti mereka sampai ke neraka. Tentu saja, di Forks, tidak seorang pun tahu siapa mereka. Kecuali Bella. Dan sekelompok manusia yang telah turun-temurun tinggal di Forks, yang kuduga adalah keluarga werewolves. Mungkin ini akan dikembangkan lebih jauh pada buku berikutnya.

Keluarga Swan terdiri dari Charlie, Kepala Polisi Forks, yang sudah bercerai dengan istrinya Renee, yang lebih memilih untuk tinggal di tempat lain yang lebih cerah dan kemudian memutuskan menikah lagi. Bella, puteri mereka satu-satunya adalah seorang gadis pucat berusia 17 tahun yang canggung dan mempunyai kecenderungan selalu terjatuh, terantuk, tertabrak, tertusuk, pendeknya segala hal normal di dunia ini bisa menjadi bahaya baginya. Cerita ini berpusat pada Bella yang terpaksa tinggal di Forks, karena ibunya harus melakukan perjalanan dengan suami barunya, Phil.

Segalanya nampak membosankan bagi Bella, sampai salah satu Cullen menarik perhatiannya. Edward memperlakukan Bella seolah-olah Bella telah melakukan kesalahan padanya. Seperti biasanya perempuan, semakin dibenci, semakin penasaran. Bella tidak cantik, berbeda sekali dengan Mina Harker di Dracula-nya Stoker, walaupun sama-sama berkulit pucat dan berambut gelap. Kepenasaranan Bella membawa petaka baginya. Walau kalau dipikir-pikir, kalau sudah berhubungan dengan vampir laki-laki muda, maka jalan keluar sudah pasti tertutup. Tidak ada lagi yang kita inginkan di dunia ini kecuali mengikutinya.

Cerita selanjutnya berlanjut a la Harlequin (seolah-olah aku pernah baca Harlequin saja hahahaha, tapi setidak-tidaknya begitulah bayanganku tentang novel cinta). Sejujurnya aku tidak suka kisah cinta, kecuali kalau itu ditulis oleh Marga T (karena banyakan cerita kedokterannya) dan Erich Segal. Ceritanya berjalan lambaaaat sekali, banyak sentuhan oleh Edward yang diceritakan dengan sangat mendetil. Yang aku sukai adalah, sebagai laki-laki, dan sebagai vampir juga, Edward adalah laki-laki yang lembut dan tidak tergesa-gesa. Man of your dream. Yah, tidak bisa dikatakan “a man“, karena dia berusia 17 tahun, walau dia sudah berusia 17 tahun sejak awal 1900-an. Membuat pembaca hampir ikut jatuh cinta juga padanya, dan sedikit iri pada Bella.

Bella mempunyai kecenderungan suka merendahkan-diri-meninggikan-mutu. Selalu menyalahkan diri sendiri sehingga Edward selalu berusaha membujuknya dengan mengatakan bahwa semuanya adalah kesalahan Edward. Trik menyebalkan. Bella tidak sadar bahwa dirinya melakukannya, tentu. Sehingga aku semakin sebal. Sementara Edward mempunyai kecenderungan masochist, menyiksa diri demi Bella. Ah, pasangan yang serasi.

Semua rahasia kehidupan keluarga Cullen terbuka perlahan bersama kisah cinta mereka berdua. Semua mitos tentang vampir (yang sebenarnya sebagian besar kita peroleh dari film-film) diputar-balikkan di sini, mulai dari mitos bahwa vampir tidak bisa terkena sinar matahari, vampir tidak kelihatan kalau difoto, vampir tidak bisa makan makanan manusia, taring panjang muncul kalo sudah mau menggigit, dan sebagainya. Oh ya, vampir di Forks ternyata suka bermain baseball. Aku berharap adegan main baseball ini bisa dibuat cukup realistis di filmnya yang akan dirilis akhir tahun ini. Sayang pemain kelurga Cullen kurang elegan, entah ya nanti kalau melihat filmnya. Dan kelihatannya bakal banyak adegan yang tidak ada di bukunya (kutarik kesimpulan ini sesudah melihat trailernya).

Apa yang terjadi dengan hubungan Edward dan Bella? Kita semua tahu bahwa hubungan vampir-manusia tidak pernah berhasil. Entah vampirnya yang mati, atau manusianya yang menjadi vampir. Kalau melihat bukunya yang sampai 4, bisa kita duga apa yang terjadi bukan?

Bisa dikatakan ini sebenarnya adalah kisah cinta, yang dimasukkan dalam setting dunia vampir biar lebih kompleks dan banyak yang berminat (pembaca cerita fantasi akan ikutan baca). Tentu saja tidak mencapai level buku-bukunya Anne Rice. Twilight adalah kisah cinta berlatar belakang dunia vampire untuk young adult. Bacaan ringan. Layak untuk dikoleksi.

Oke, lanjut ke New Moon.

Advertisements

8 thoughts on “Twilight

  1. ditawarkannya yang new moon oleh si bapak penjual buku di palasari. yg twilight nya lagi kosong. jadi belum beli. jadi belum baca.. 😀
    mmm..baca review nya jadi lumayan bikin penasaran..hehehe

  2. Hem…..kok malah menurut gua Buku ke 2 & ke 3 lebih bagus daripada yg pertama ya? ;D

    Klo yg ke 4 sih emang parah. Mestinya cerita ini berakhir di ke 3 aja (dengan sedikit ditambah tentunya).

    Btw…halo mave 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s