Glam Girls

glamgirlsOleh Nina Ardianti
Penerbit GagasMedia Jakarta, 2008
ISBN 9789797802837
320 halaman

Kalian yang mengenal aku pasti tercengang melihat aku membeli buku ini. Ini chicklit, loh.  Bukan aku banget hihihihi…. Tetapi tetapi, kalian ingat kan bahwa aku ini orangnya beli buku based on its cover? Sejak pertama kali melihat buku ini di Gramedia Veteran, aku sudah pengeeeen banget beli, cuma karena merasa sudah kebanyakan beli buku aja, makanya gak dibeli saat itu juga. Covernya itu, dan judulnya juga, mengingatkan aku pada Gossip Girl. Dan dalam hati berharap, mudahan buku ini seasik Gossip Girl, serial yang bikin aku merasakan guilty pleasure, lagi-lagi, karena memang bukan tipe tontonanku. Sinetron banget kan sebenarnya. Curiganya ni buku dijuduli seperti inimemang maksudnya untuk mengingatkan kita pada serial sukses itu (terbukti di dalam buku penulisnya memang menyebut-nyebut serial ini).

Melihat judul, kita tahulah ceritanya tentang apa. Tentang cewek-cewek glamor pastinya, yang kaya raya dan hidup sehari-harinya dihabiskan dengan membolak-balik majalah mode terbaru, dan kemudian tergesa-gesa pergi ke mall yang paling berkelas bersama gerombolan dengan wajah dan gaya mirip-mirip, untuk membeli baju atau sepatu atau tas merk terbaru seperti model idola mereka di majalah. Yang sekolah hanya karena mereka diwajibkan sekolah oleh orang tua mereka.

Jadi buku ini dimulai dengan cerita tentang si tokoh utama, Adrianna. Cewek kaya yang, katanya sendiri, tidak peduli mode. Yang ingin sekolah di sekolah “normal”, bukan sekolah swasta untuk orang kaya seperti Voltaire International School, sebuah kompleks sekolah mulai tingkat TK sampai SMA. Di sini, kalau tidak kaya banget, maka orang itu pasti pinter banget. Sesudah bosan sekolah sampai SMP di VIS, Adrianna ingin pindah ke SMA Harapan Bangsa, tempat kedua sahabatnya, Nadine dan Lelly, melanjutkan sekolah. Dia, katanya, sudah muak dengan gaya glamor siswa-siswa yang sekolah di VIS. Tetapi untuk orang yang muak dengan hal-hal seperti itu, Adrianna sangat-sangat fasih tentang apa yang dipakai oleh orang-orang lain: bangles Gucci, lip balm L’Occitane, birkin bag Hermes, dan macam-macam lagi. Adrianna sendiri tiap hari ganti-ganti tas: daypack Samsonite, postman bag Roxy, tas Elle, dsb. Dan arloji: Esprit, Swatch, Levi’s, dll.

Nah, alkisah, di kelasnya ada 3 cewek yang beda sendiri, karena mereka selalu memakai pakaian paling beda dan paling mutakhir, aksesoris dan pakaian paling mahal, dan aura intimidatif. Mereka adalah Rashi, Maybella, dan Marion. Sayangnya, aura keren mereka tidak diikuti dengan kepintaran. Mereka selalu bersama-sama, namun jelas bahwa Rashi adalah sang bos, yang lain hanya seperti kerbau dicocok hidung. Entah kenapa, Adrianna paling terganggu dengan adanya mereka. Mungkin karena Maybella duduk sebangku dengannya. Semua hal yang mereka lakukan dikomentari oleh Adrianna, walau hanya dalam hati. Sialnya, untuk mata pelajaran Indonesian Studies, dia harus sekelompok dengan Rashi dan Maybella untuk membuat makalah tentang salah satu provinsi di Indonesia (tugas kelompok dengan tema yang begitu payah, menurutku). Adrianna kesulitan melakukan tugas kelompok itu, karena dia dianggap angin lalu oleh kedua cewek glamor itu.

Suatu hari, nah di sini, aku merasa aneh dengan perubahan karakter mendadak si Adrianna: dia menyebar gosip tentang perkelahian Rashi dengan Marion yang didengarnya tanpa sengaja. Marion kemudian ditendang dari geng Rashi. Perubahan karakter mendadak lagi dari Adrianna: dia menyesal dan mendatangi Rashi (yang sebelumnya untuk mendekatinya saja Adrianna takut-takut) untuk menceritakan bahwa dirinyalah yang menyebarkan gosip. Anehnya, Rashi malah menarik Adrianna menjadi anggota gengnya, menggantikan Marion. Lebih aneh lagi, Adrianna mau-mau saja berada dalam inner circle orang glamor, bahkan ikut-ikut menjadi glamor. Apakah dalam hatinya sebenarnya Adrianna ingin seperti Rashi, tetapi karena tadinya tidak dianggap oleh geng Rashi, makanya dia membenci mereka? Entahlah. Tetapi di akhir cerita, Adrianna bilang bahwa dirinya senang dengan perubahan dirinya ini, tinggal bagaimana menyesuaikan perubahan dirinya ini dengan nilai-nilai yang sudah dia anut. Huhuhu… spoiler. Biarin. Gak penting-penting amat kok ceritanya.

Ada beberapa tokoh cowok dalam buku ini: Indra, teman sekelasnya yang mengajak Adrianna masuk klub sepakbola; Rifky, coach sepakbola, juga teman kakak Adrianna, Mirza; Dumai, teman sekelasnya; Lukas, cowok Rashi; dan Dico, cowok, yang katanya keren, dari kelas di atas kelas Adrianna yang terus-menerus ingin bicara padanya. Kayaknya disiapkan untuk love interest-nya Adrianna di buku selanjutnya. Ya, ternyata ada buku selanjutnya, sudah ada bab pertamanya malahan di bagian belakang buku ini. Judulnya: Reputation. Kali ini, VIS dilihat dari sudut pandang Rashi, hmmm… menarik juga caranya. Ditulis oleh orang yang berbeda: Tessa Intanya. Mungkin karena ditulis oleh yang berbeda, makanya “rasa”nya juga berbeda. Adrianna jadi terlalu akrab dengan Rashi, beda banget dengan karakternya di buku yang pertama. Rashi juga peluk-peluk aja gitu sama Maybella, padahal kan dia kayaknya bukan tipe yang seperti itu. Entahlah.

Buku ini ditulis dalam bahasa gaul, dengan banyak istilah Inggris di sana-sini, karena ini kan sekolah internasional. Tetapi, ternyata di rumah pun, keluarga Adrianna berbicara dalam bahasa Indonesia campur-campur Inggris. Gaya keluarga masa kini kali. Terus, yang cukup mengganggu juga, ada quote di setiap awal bab. Kadang nyambung, kadang gak nyambung dengan isi bab.

Di luar itu, covernya aku suka, itu yang rambut pendek Adrianna, yang rambut pirang May, yang rambut hitam panjang Rashi, kali ya? Padahal menurutku yang pirang tampangnya lebih cocok jadi Rashi. Kertas halaman-halaman bukunya juga bagus! Pilihan font-nya juga. Editingnya cukup bagus, walau ada beberapa kesalahan kecil. oya, omong-omong, ketiga gadis glamor ini punya blog: Glam Girls Headquarters.

Kayaknya aku pengen membaca kelanjutannya deh.

Advertisements

One thought on “Glam Girls

  1. Pingback: When choosing a book… « just another stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s