The Book of Lost Things (Kitab tentang Yang Telah Hilang)

the-book-of-lost-things-john-connollyOleh John Connolly
Diterjemahkan oleh Tanti Lesmana
Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2008
ISBN 9789792238792
472 halaman

Buku ini disebut-sebut semua orang sebagai buku keren. Buku ini adalah kado ulang tahun dari salah seorang Kubugil, terima kasih yaaa 🙂 Maaf baru aja dibaca sekarang. *menatap kepada gerombolan pemberi hadiah buku di belakang* Ya ya ya, sabar yaaa, semua hadiah akan saya baca dan saya review *menghilang*

Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, David, merasa sangat sedih karena ibunya meninggal, tanpa ada kemampuannya untuk menolong, bahkan untuk meringankan penderitaan ibunya. Ritual yang dilakukannya, seperti selalu turun dari tempat tidur dengan kaki kiri, menghitung sampai dua puluh saat menggosok gigi, menyentuh keran atau gagang pintu dengan hitungan tertentu, membenturkan kepala sekali lagi kalau kepalanya kebetulan terantuk (karena angkanya harus genap), dan banyak hal lain, menunjukkan bahwa dirinya menderita gangguan obsesif-kompulsif (sepertinya semua anak agak-agak OCD waktu kecil, atau itu hanya aku?). Ritual ini dianggapnya terkait dengan nasib ibunya. Ketidakmampuannya melakukan ritual itu dikhawatirkannya akan memperburuk kondisi ibunya. David juga senang membacakan cerita-cerita dongeng untuk ibunya. Menurut ibunya, cerita-cerita itu menjadi hidup jika dituturkan, mereka butuh dibaca, butuh diberi kehidupan.

Ibu David sudah meninggal selama lima bulan, tiga minggu, empat hari, ketika David diperkenalkan kepada calon pengganti ibunya: Rose, pimpinan rumah sakit tempat ibu David dirawat. David sama sekali tidak bisa menerima ide bahwa ayahnya bisa mencintai orang lain selain ibunya, sehingga sejak pertemuan dengan Rose, David menarik diri, mulai sering berhalusinasi mendengar bisikan dari buku-buku di rak di kamarnya, dan sering pingsan tanpa sebab. Ketika akhirnya ayahnya dan Rose menikah dan Rose melahirkan Georgie, mereka semua pindah ke luar kota London, ke rumah tua bertingkat tiga yang besar milik keluarga Rose sejak beberapa generasi sebelumnya. David mendapat kamar di bawah atap, lengkap dengan rak buku berisi buku-buku dongeng bekas (yang kadang juga digambari sendiri) milik Jonathan Tulvey, kakak ayah Rose, yang menghilang pada usia 14 tahun bersama adik angkatnya, Anna, yang berusia 7 tahun. Semakin hari, David semakin membenci Rose dan Georgie, karena merasa mereka berdua merenggut perhatian ayahnya darinya, dan merasa dunia ini tidak adil karena mengambil ibunya. Dalam mimpi dan di luar mimpi, David mulai sering melihat penampakan makhluk berpunggung bungkuk (bahasa aslinya menyebutnya dengan the Crooked Man, yang tidak harus berrarti bungkuk, sebenarnya) dan memakai topi bungkuk.

Suatu malam, sesudah bertengkar dengan Rose dan ayahnya, David mendengar panggilan ibunya yang mengatakan bahwa dirinya terperangkap di sebuah tempat yang asing dan meminta agar David menolongnya. Suara itu menuntun David memasuki celah di tembok sebuah kebun cekung di halaman rumah Rose, yang mengarah pada lubang di pohon. Tepat saat itu, sebuah pesawat pengebom Jerman jatuh di kebun (itu adalah awal Perang Dunia II), menghancurkan kebun dan menutupi celah yang dilewati David. Bagi semua orang, David entah melarikan diri sesudah pertengkaran itu, atau mati tertimpa pesawat.

Dunia yang dimasuki David adalah dunia yang jauh berbeda dari dunia kita, sebuah dunia fantasi. Sampai sini, aku merasa deja vu, kok kayak Alice in Wonderland ya. Tetapi hanya sampai situ. Dunia yang dimasukinya berbau sesuatu terbakar dan bau busuk binatang mirip serigala yang sudah tidak berkepala. Orang pertama yang ditemuinya adalah Si Tukang Kayu, yang kemudian menyelamatkannya dari kejaran serigala dan manusia serigala. Si Tukang Kayu mencoba meyakinkan David bahwa ibunya sudah meninggal, dan suara itu adalah tipuan. Lelaki Bungkuk yang dilihat David menurut Tukang Kayu adalah penculik anak-anak kecil. Tukang Kayu membujuk David untuk kembali ke dunianya. Namun, celah di pohon tempat masuk David tidak bisa dikenali lagi, sehingga mereka terpaksa mendatangi Raja yang memiliki Kitab tentang Yang Telah Hilang. Mungkin mereka bisa meminta petunjuk dari Kitab itu.

Perjalanan David mencari Raja penuh dengan hambatan. Banyak kematian penuh darah yang ditemui David, membawanya dari anak yang iri hati dan penuh kebencian menjadi anak yang lebih dewasa dan bijak. Perjalanannya terkait dengan manusia serigala dari cerita Si Mantel Merah yang jauh berbeda dari yang biasa kita dengar. Si Mantel Merah dalam cerita ini tidak selugu yang biasa kita baca dalam dongeng. Serigala dalam cerita ini sebenarnya takut pada Mantel Merah, namun Mantel Merah telah jatuh cinta padanya dan mengejar serigala ke mana-mana sampai serigala itu menyerah. Mereka akhirnya.. erm…. berpacaran, dan lahirlah klan manusia serigala. Mantel Merah kemudian banyak mengajak gadis lain yang jatuh cinta pada serigala, sehingga klan ini semakin besar. Namun, manusia serigala tetaplah serigala. Pada akhirnya, gadis-gadis ini disantap oleh klan manusia serigala tersebut. Ouch. Itulah asal-muasal manusia serigala yang mengejar-ngejar David. Manusia-manusia serigala ini ingin mengambil alih kekuasaan Raja dan menjadi penguasa dunia.

Tukang Kayu juga bercerita tentang dua bersaudara yang mirip sekali dengan cerita Hansel dan Gretel, serta Alexander dan Puteri yang mungkin didasarkan pada Beauty and the Beast, yang kedua-duanya berakhir brutal. Dalam perjalanan ini David berjumpa dengan harpy (agak aneh, karena ini dari mitologi Yunani dan agak tidak pas berada di antara dongeng-dongeng Grimm & Grimm ini); troll penjaga jembatan yang mengajukan teka-teki terkenal yang melibatkan 2 troll (satu jujur, satu selalu berbohong); Snow White (yang menjijikkan) dan 7 kurcaci (yang kehidupannya mengenaskan), lengkap dengan apel beracun (yang ternyata dibuat oleh para kurcaci), Pangeran kurang kerjaan yang mencium sang Puteri; pemburu yang suka menggabung-gabungkan manusia dan hewan; Roland si penunggang kuda yang mencintai sahabat laki-lakinya Raphael; kastil berduri tempat Puteri Tidur menunggu pangeran penyelamatnya; sampai akhirnya David berjumpa dengan Raja. Di sepanjang jalan, si Lelaki Bungkuk terus melindungi David tanpa diketahui tujuannya oleh David, dan dia terus-menerus membujuk David untuk memberitahukan nama saudara laki-lakinya.

Berhasilkah David memperoleh jawaban dari Raja? Siapakah Raja ini sebenarnya? Apakah isi Kitab tentang yang Telah Hilang itu? Mengapa dunia dongeng yang ditemuinya ini berbeda dengan dunia dongeng yang dibacanya? Siapakah si Lelaki Bungkuk dan apa tujuannya sebenarnya? Berhasilkah David kembali ke dunianya? Apakah yang terjadi di dunia nyata saat David pergi? Menegangkan sampai akhir.

Sebuah dongeng yang brutal, sekaligus sebuah cerita tentang seorang anak yang kehilangan anggota keluarga dekat dan mekanisme defensif yang dilakukannya untuk menghadapi kehilangan itu. Aku suka sekali.

Buku ini adalah buku ketujuh yang ditulis oleh John Connolly, sesudah sebelumnya menulis cerita misteri pembunuhan, dengan tokoh eks-polisi Charlie Parker.  Gramedia telah menerjemahkan juga novel kelimanya, Bad Men, pasti buku bagus juga.

Buku ini juga direview oleh:

Advertisements

13 thoughts on “The Book of Lost Things (Kitab tentang Yang Telah Hilang)

  1. Nih buku dah nongkrong cukup lama di rak, kaget juga pas baca review ini kalo ternyata ceritanya menegangkan [bahkan sempet serem dengan manusia bungkuknya]

    well, kayaknya buku ini emang masuk deretan buku yang bakal lama untuk dibaca, coz minimal dah taulah garis besar ceritanya *terus ngapain beli?!* 😛

  2. Udah lama sih pengen beli buku nih gara2 baca review ceritanya di belakang bukunya.
    Trus abis baca review buku ini disini aku beli bukunya.
    Ternyata emang keren ceritanya.
    Seru….

  3. tiba2 nyasar di blog ini.. 😀
    Dah baca buku ini juga dulu bgd… emank bagus yaa.. Awalny kirain ini buku dongeng anak2 yg agak2 ringan gt, taunya makin lama makin brutal.. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s