Daftar Buku 2015

catYa ampun, terakhir post daftar buku ternyata tahun 2011. Ini pasti gara-gara diriku menyimpan list-nya di Goodreads Reading Challenge, jadi malas nulisnya di sini. Tapi mulai tahun ini, dengan semangat mewujudkan salah satu resolusi 2016, yaitu membaca lebih banyak (for pleasure) dengan genre yang lebih luas daripada tahun-tahun lalu (tahun 2014 bacanya cuma SF/F), PLUS menuliskan reviewnya, PLUS ingin memasukkan blog ini dalam komunitas Blogger Buku Indonesia (masih ada gak sih komunitas ini?), maka blog ini akan di-update lebih rajin. Kali ini tidak akan hanya berisi review buku, tapi akan lebih banyak post tentang book-related topics. Biar lebih bisa dibaca (ada yang komen: blog buku isinya review itu unreadable, terutama buat yang gak baca bukunya atau bukan pembaca buku).

Tahun 2015 diriku berikrar untuk menyelesaikan 20 buku. Senangnya bisa menyelesaikan lebih ternyata. Ya, lebihnya cuma 2 sih, tapi berasa bangga gitu. Pola membacaku tiap tahun selalu gini: semangat berlebihan di bulan pertama dan kedua, lalu melempem sampai bulan November, lalu mendadak kelebihan energi ingin membaca 3-4 buku secara tandem mulai awal Desember. Alasannya sih sibuk. Padahal ya bulan apa aja sama aja sibuknya. Terutama tahun ini diriku membaca 8 buku di 2 bulan terakhir di 2015. Lwarbiasak! Semua ini berkat dan dipersembahkan (serta disponspori *berharap dapat tambahan 1 bulan gratis langganan) oleh Scribd. Yap, 4 dari 8 buku ini diriku “baca” dalam bentuk audiobooks dan ebooks dari situs itu. Tar ya diriku tulis panjang lebar tentang Scribd.

Berikut ini buku yang kubaca tahun 2015 (beserta link ke review-nya di Goodreads):

  1. The Mirror Empire (Worldbreaker Saga series #1) – Kameron Hurley (4/5)
  2. The Three-Body Problem (Remembrance of Earth’s Past series #1) – Liu Cixin (3/5)
  3. Redshirts – John Scalzi (3/5)
  4. Proxima (Proxima series #1) – Stephen Baxter (4/5)
  5. The Naked Traveler: 1 Year Round The World Trip Part 1 – Trinity (3/5)
  6. Mr Mercedes (Bill Hodges Trilogy #1) – Stephen King (4/5)
  7. Lock In (Lock In series #1) – John Scalzi (4/5)
  8. Red Seas Under Red Skies (Gentleman Bastard series #2) – Scott Lynch (4/5)
  9. The Republic of Thieves (Gentleman Bastard series #3) – Scott Lynch (4/5)
  10. Sand – Hugh Howey (3.5/5)
  11. The Name of the Wind (The Kingkiller Chronicle series #1) – Patrick Rothfuss (4/5)
  12. The Long Earth (The Long Earth series #1) – by Terry Pratchett & Stephen Baxter (2/5)
  13. The Forever War (The Forever War series #1) – Joe Haldeman (4/5)
  14. A Face Like Glass – Frances Hardinge (4/5)
  15. Fevre Dream – George R.R. Martin (3.5/5)
  16. Cuckoo Song – Frances Hardinge (3.5/5)
  17. The Thousand Names (The Shadow Campaigns series #1) – Django Wexler
  18. Armada – Ernest Cline (2/5)
  19. Station Eleven – Emily St. John Mandel (3.5/5)
  20. The Girl with All the Gifts – M.R. Carey (4/5)
  21. The Ice Dragon – George R.R. Martin (3/5)
  22. Three Parts Dead (Craft Sequence series #1) – Max Gladstone (4/5)

Dari list di atas,

  • 14 buku (64%) adalah paper-books yang kumiliki sendiri, 1 buku (4%) adalah pinjaman dari Adi. (I know, right? Konsep bahwa diriku meminjam buku darinya adalah konsep yang begitu alien, so many things to question in that very sentence). Masih susah sekali menolak hasrat beli buku paper. Desember diriku mengalami paperbook-buying withdrawal di toko buku ABC, gara-gara > 6 bulan tidak beli buku.
  • 13 judul (59%) adalah bagian dari seri (kenapa sih sekarang pengarang gak bisa menyelesaikan ceritanya dalam 1 buku saja?). Sebanyak 11 judul di antaranya adalah buku 1 dari tiap seri, dan sebanyak 7 seri diriku berminat untuk meneruskan membaca. Mirror Empire itu, pertama dibaca dalam bentuk ebooks, diriku begitu suka sampai beli paperback-nya. Yang seri Kingkiller Chronicles dan Shadow Campaigns sudah dibeli buku 2-nya, siap dibaca. Yang buku 2 Shadow Campaign series bahkan dibeli sebelum buku-1 nya selesai dibaca, that’s how good  the series is.
  • 5 judul (23%) dibaca dalam bentuk ebooks, dan 3 judul (14%) dalam bentuk audiobooks. Sungguh membanggakan 😀
  • Karena diriku tidak ada akses ke penulis lokal Indonesia, maka kali ini cuma ada 1 judul buku berbahasa Indonesia, itupun pinjaman.
  • 10 judul (45%) dari genre fantasi, 7 judul (32%) dari genre sci-fi, 3 (14%) dari genre distopia, 1 judul psychological thriller, dan 1 judul tentang traveling. 77% dari SF/F! Diriku terbelah antara pengen membaca dari genre lebih luas atau membaca genre SF/F saja, mengingat buku dari genre SF/F aja masih banyak banget di luar sana, sampai mati aja diriku kayaknya gak akan pernah bisa membaca semuanya.
  • Worst books tahun ini adalah The Long Earth-nya Pratchett dan Baxter, dan Armada-nya Cline. Sungguh mengherankan, Pratchett is my most favourite author, Baxter adalah pengarang yang akan ku-follow semua bukanya karena diriku suka Proxima, kok bisa sih mereka berdua bergabung bukunya jadi super jelek? Padahal kolaborasi Pratchett dan Gaiman (Good Omens) begitu hilarious, I love it so much, bahkan ngasi hadiah buku kolaborasi mereka ini ke orang-orang. Sedangkan Cline, sesudah Ready Player One yang cukup hype, diriku kecewa sekali dengan Armada. Kayak yang orang showoff pengetahuannya tentang buku/movie/game yang SF-related, tanpa benar-benar ada kontribusinya ke cerita. Ceritanya sendiri payah.
  • Diriku memberikan bintang 4/5 begitu banyak tahun ini. Antara dua aja: diriku become soft, atau diriku lebih pandai memilih buku sekarang. Oh ada opsi satu lagi: I am just lucky.
  • Cover yang paling kusukai tahun ini adalah cover-nya The Republic of Thieves-nya Lynch dan The Thousand Names-nya Wexler. Not my usual type of cover, tapi karakter yang ditampilkan di cover cukup enigmatik, terutama yang di The Thousand Names, makanya suka. Itu siapa sebenarnya yang ada di cover TTN sih?
  • Pengarang yang bukunya kubaca lebih dari 1 adalah: Scott Lynch, John Scalzi, GRR Martin, Stephen Baxter, dan the amazing Francis Hardinge.

Tahun 2016 diriku pledge membaca 24 buku. Merasa optimis bisa membaca 24 buku kalau masih langganan Scribd. Ini tanggal 3 Januari dan diriku sudah baca 2 buku (walau 1 di antaranya mulai dibaca sejak Desember 2015). We’ll see.

Picture of cat and book diambil dari Tumblr ini.

Advertisements

One thought on “Daftar Buku 2015

  1. Pingback: Scribd: “Membaca” Ebooks dan Audiobooks Secara Legal | Book Quickies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s