Scribd: “Membaca” Ebooks dan Audiobooks Secara Legal

downloadAkhir tahun lalu, dalam upaya keras memenuhi My 2015 Goodreads Book Challenge yang berjumlah 20, sementara sampai akhir Oktober baru membaca 12 buku, akhirnya diriku berpikir, gimana ya caranya biar bisa cepet selesai 1 buku? Ya ya ya, diriku lebih banyak mendedikasikan waktu dan otak untuk memecahkan masalah-masalah penting begini dibandingkan masalah pekerjaan.

Selama ini kan, bacanya pake paper-book, yang artinya bukunya kemana-mana harus dibawa (an additional bulk in my already-filled-to-the-brim backpack). Dan juga perlu waktu dan lokasi dan situasi yang tepat untuk membaca, misalnya pas di perjalanan agak panjang (naik bis/trem/kereta), atau kalau di rumah enaknya di bawah selimut, dengan teh panas dalam jangkauan tangan. Nah, masalahnya, kalo public transpor lagi penuh, rada susah megang buku (mana pegangan ke tiang karena harus berdiri). Dan di bawah selimut itu sama dengan menyuruh tidur.

Trus diriku mendapat ide cerdas. Bagaimana kalau mencoba audiobook saja?  Sebenarnya sih, ide ini bukan muncul begitu saja di kepala. Ada yang menyebut-nyebut sebelumnya. Jadi gini, sejak awal Desember 2015, dalam upaya menambah list cara berprokrastinasi, diriku mencoba-coba mendengarkan Podcast berbagai topik, dan jatuh cinta pada 2 book-related podcasts, yaitu Book Riot dan Literary Disco. Diriku akan menyanyah panjang lebar tentang kedua streaming podcast tersebut nanti ya kapan-kapan (ini kayak teaser aja). Nah, Book Riot ini punya sponsor tidak tetap, dan mereka biasanya mempromosikan sponsornya di sela-sela obrolan ngalor ngidul mereka tentang buku. Salah satu sponsornya adalah Scribd

Jadi menurut mereka, Scribd ini adalah tempat kita bisa mendengarkan audiobook dan ebooks for free. Okey, not really free (walau bulan pertama memang gratis), tapi kita bisa membaca unlimited ebooks for free, plus 1 audiobook for free tiap bulan, kalau kita melanggan Scribd. Hal pertama yang terpikir, lah, bukannya Scribd itu dulu semacam Dropbox ya, tempat kita menyimpan dokumen di internet? Kedua, duuuh, pasti mahal langganannya ini. Secara ebooks aja harganya minimal 5 euro ke atas, audiobook di atas 10 euro per bijinya.

Tapi keinginan “membaca” audiobooks ini begitu besar, halah. Pergilah diriku ke situs-nya Scribd, dan daftar. Seperti disebut di atas, bulan pertama gratis. Bulan kedua dan seterusnya, 8.99 dolar per bulan. Murah banget kan. Kalau kita bisa “membaca” 1 audiobook aja per bulan, sudah terbayar lunas pake lebihan. Begitu kita daftar, akan dapat langsung 1 credit. Tiap bulan, kita dikasi lagi 1 credit. Credit ini bisa digunakan untuk “membaca” 1 audiobook. Dengan demikian, maksimal kita bisa “membaca” audiobook 1 biji per bulan. Kalo mau lebih, bayar lagi 8.99 dolar, dapat lagi 1 credit. Tapi sementara itu, semua ebooks-nya for free. Gak perlu credit untuk membaca ebooks-nya.

Pada saat kita mendaftar, kita diminta memilih dari beberapa judul buku, mana yang kita suka. Ini akan dia gunakan untuk memberikan rekomendasi buku nantinya. Kita bisa menggunakan rekomendasi ini, atau just browse.

Ada 4 kategori besar di sana, yaitu books (maksudnya ebooks), audiobooks, comic books, dan sheet music. Tiap kategori besar kemudian dibagi menjadi genre, misalnya untuk ebooks dan audiobooks dibagi jadi berbagai genre seperti Arts & Ideas, Biography & Memoir, Business & Leadership, Children’s, Computers & Technology, Cooking & Food, Crafts & Hobbies, Fantasy, Fiction & Literature, Happiness & Self-Help, Health & Wellness, History, Home & Garden, Humor, LGBT, Mystery, Thriller & Crime, Politics & Economy, Reference, Religion, Romance, Science & Nature, Science Fiction, Society & Culture, Sports & Adventure, Travel, dan Young Adult.

Untuk Comic Books, dia dibagi per kategori genre, dan juga per Publishers, antara lain Archie Comics, IDW Publishing, Marvel Comics, Valiant Comics, dan lain sebagainya. Untuk Sheet Music, dibagi berdasarkan kategori Difficulty, Instruments, dan Genre Music. Selain itu, juga ada berbagai list, seperti Hand-picked selection by the Scribd editors, (berbagai) Award books, dan Popular/Top/Trending books.

Sesudah mem-browse, luar biasa koleksinya dan cukup update (menurut FAQ-nya sih, koleksinya di-update tiap hari). Kalau judul itu populer, umumnya ada. Tidak seluruh judul ada tentunya, tapi koleksi Scribd cukup untuk membuat kita bingung mau membaca yang mana dulu. Diriku menganggap pencetus ide dan tim yang men-support Scribd ini benar-benar awesome. Thanks, guys!

Kucobalah satu ya, audiobook-nya, waktu itu memilih Station Eleven-nya Emily St John Mandel. Kalau mau “membaca” cepat, mestinya audiobook itu harus didengarkan dimana saja dong, ya, gak hanya di laptop. Nah, mereka mempunyai apps Scribd juga untuk smartphone, dan selama online, dia akan terus mengupdate posisi kita membaca sudah sampai mana. Jadi no problem bacanya pindah-pindah device. Pertanyaan yang muncul adalah, waduh, harus terhubung internet terus dong. Tidak harus. Kita bisa men-save ebooks/audiobooks ke device (smartphone/tablet) saat kita dapat wifi, lalu ebooks/audiobooks itu akan bisa dibaca secara offline. Kalau sudah selesai, tinggal di-remove dari device. Senangnya buku digital/elektronik ini adalah ada persentase sejauh mana sudah kita membaca 😀 Jadi termotivasi.

Pertanyaan berikutnya adalah: apa gak ketiduran mendengarkan audiobook? Diriku kuatir juga, karena dulu pernah mendengarkan buku Anne of Green Gables, belum juga 1 paragraf sudah nyenyak tidur. Tapi ternyata tidak dengan Station Eleven. Ada beberapa kemungkinan: ceritanya tentunya jauh lebih menarik daripada buku klasik tentang si Anne, naratornya bagus baget, dan motivasi pengen memenuhi challenge di atas. Oh satu lagi, kurasa karena diriku sekarang lebih sering mendengar orang berbahasa Inggris, jadinya tidak lagi dengan mudah meng-ignore orang ngomong dalam bahasa Inggris. Kalau tinggal di Indonesia, karena bahasa Inggris dianggap bahasa asing, otak langsung men-switch ke “ignore”, seperti yang terjadi di sini kalo ada yang ngomong bahasa Belanda atau Turki. Memang kadang bisa sih zoning out kalo pas ada yang menarik lewat pas kita mendengarkan audiobook, tapi selalu bisa di-rewind.

Selain audiobook yang bisa dibaca menggunakan credit, banyak juga audiobook for free, mulai classics sampai yang modern. Bahkan ada audiobook Terry Pratchett dan banyak audiobook Neil Gaiman yang gratis.

Diriku juga menggunakan fasilitas ebooks for free-nya dengan happy. Sejak Desember, diriku sudah menyelesaikan 7 buku dari Scribd, 2 di antaranya audiobook. Dan juga dari genre yang biasanya tidak kubaca, misalnya nonfiction tentang Nationalism dari Ben Anderson, historical novel, humor, just because I can 😀

Oh, dan apa rahasia membaca sebanyak itu dalam waktu pendek? Multitask. Diriku membaca 3-4 buku sekaligus ganti-gantian, biar gak bosen, asalkan dari beda genre, biar gak kecampur-campur ceritanya.  Ya, diriku kadang agak kelebihan energi tanpa sebab.

Jadi, kapan lagi bisa membaca segambreng buku dengan gratis tapi legal? Coba dulu deh bulan pertama, kan gratis juga, tar kalo gak memuaskan, bisa di-cancel subscriptionnya.

Photo credit: Blog Katherine Rose.

 

Advertisements

6 thoughts on “Scribd: “Membaca” Ebooks dan Audiobooks Secara Legal

  1. Pingback: To subscribe or not to subscribe. (Ngomongin Netflix) | everyday's tidbits

  2. tahun lalu, aku punya impian buat bikin audiobook di soundcloud. pertanyaannya, apakah suaraku bikin orang tertidur? 😀

    eh, ini harus legal gitu ya, misalnya kalo kita pengen bikin audiobook, kita harus minta ijin sama yang nulis bukunya?

    • Kalau mau memasarkannya, harus izin kayaknya. Kalau buat kalangan sendiri, boleh boleh aja 😀
      Sudah ada situs audiobooks Indonesia, tapi sayangnya bukunya belum ada yang menarik, kecuali yang buku GoT terakhir

  3. Ini yang diatasku Teh Peni kah? XD

    Anyway, baca Scribd ga bisa di ebook reader ya? :s. Soalnya kalau baca di Tab, Tab juga udah soak sih baterainya

    • Iya, itu teh Peni 😀
      Bisa baca di ebook reader kalo ebook readernya punya fasilitas browser, bacanya di mobile web.
      Btw, barusan dapat email dari Scribd, sekarang tiap member dikasi a changing selection of ebooks dan audiobooks tiap bulan (jadi tiap orang mungkin beda katalog buku yang dilihat), plus kita bisa memilih 3 ebook di luar itu plus 1 audiobook per bulan. Nampaknya menyeimbangkan keinginan publisher dan keinginan member.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s